Litaqmandar.com Majene – Pemerintah Kabupaten Majene menggelar Simulasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 sebagai langkah nyata untuk menguji kesiapan daerah dalam menghadapi potensi kebakaran, khususnya di tengah ancaman musim kemarau. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 3 September 2026 dan melibatkan berbagai unsur terkait.
Simulasi dibuka secara resmi oleh Bupati Majene, Dr. H. A. Achmad Syukri, SE., MM. Kegiatan ini turut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kasrem 142/Tatag, Sekretaris Daerah Kabupaten Majene, Kapolres, Kajari, Dandim, BPBD, Camat Banggae, Camat Banggae Timur, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta para relawan.
Dalam pelaksanaan simulasi, seluruh unsur yang terlibat memperagakan mekanisme penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memastikan setiap unsur memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi kondisi darurat.
Pemerintah Kabupaten Majene terus berupaya memperkuat sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Penguatan tersebut mencakup kesiapan armada pemadam kebakaran, mesin pompa air, peralatan pendukung lainnya, hingga Alat Pelindung Diri (APD) bagi personel yang bertugas di lapangan.
Kesiapan peralatan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan Karhutla. Dengan dukungan sarana yang memadai, petugas diharapkan dapat bergerak secara cepat dan efektif untuk mengendalikan api sehingga tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat.
Selain menguji kesiapan peralatan dan personel, simulasi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, BPBD, MPA, relawan, dan masyarakat sangat dibutuhkan karena penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Bagi Pemerintah Kabupaten Majene, kegiatan ini bukan sekadar simulasi, tetapi menjadi ruang evaluasi untuk menemukan berbagai kekurangan yang masih perlu dibenahi. Setiap tahapan penanganan dievaluasi guna memperkuat pola komunikasi, koordinasi, mobilisasi personel, serta kecepatan dalam mengambil tindakan ketika keadaan darurat terjadi.
Melalui Simulasi Penanggulangan Karhutla Tahun 2026, Pemkab Majene berharap seluruh unsur terkait semakin siap menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Kesiapsiagaan yang dibangun sejak dini diharapkan mampu meminimalkan risiko bencana sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Majene.



