Renovasi Sekolah Tak Halangi Belajar, SDN 14 Sumakkuyu Jadikan Rumah Warga sebagai Ruang Pendidikan Karakter

Litaqmandar.com Majene, – Proses renovasi sekolah tidak menyurutkan semangat murid SD Negeri 14 Sumakkuyu, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, untuk terus menimba ilmu. Di tengah pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan memanfaatkan rumah-rumah warga setempat sebagai ruang kelas sementara. Senin, 19/10/2026

Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan sarana dan prasarana bukanlah penghalang bagi dunia pendidikan untuk terus berjalan. Dengan dukungan masyarakat sekitar, para murid tetap dapat mengikuti pembelajaran secara berkelanjutan meskipun harus meninggalkan ruang kelas mereka untuk sementara waktu.

Menariknya, situasi ini justru dimanfaatkan oleh pihak sekolah sebagai kesempatan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Tidak hanya berfokus pada materi pelajaran, kegiatan belajar di rumah warga juga menjadi ruang pembelajaran kontekstual untuk menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap saling menghormati.

Baca Juga:   Dewan pendidikan Kab. Majene Berkantor di Sekretariat Sementara

Kepala SDN 14 Sumakkuyu, Ifa Zakiyah, S.Pd., menekankan pentingnya menjaga etika dan perilaku selama murid mengikuti pembelajaran di luar lingkungan sekolah. Ia mengimbau seluruh peserta didik agar senantiasa menunjukkan sikap sopan, tertib, dan menghargai masyarakat yang telah memberikan tempat untuk kegiatan belajar mengajar.

“Kalau numpang belajar ki di rumah orang, kita harus sopan dan tertib. Jangan gaduh dan jangan ricuh,” pesan Ifa Zakiyah dengan logat khas lokal yang penuh kehangatan. Pesan sederhana tersebut menjadi pengingat bagi para murid bahwa pendidikan bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk perilaku dan kepribadian yang baik.

Baca Juga:   SDN 18 Bababulo Konsisten Gelar Sholat Dhuha, Perkuat Karakter Religius Siswa

Menurutnya, menjaga sopan santun selama belajar di rumah warga merupakan bentuk penghormatan terhadap pemilik rumah yang telah berbaik hati menyediakan tempat. Para murid diharapkan mampu menjaga kebersihan, tidak membuat keributan, serta mengikuti arahan guru agar kegiatan pembelajaran berlangsung nyaman dan tidak mengganggu aktivitas keluarga yang menjadi tuan rumah.

Pelaksanaan pembelajaran sementara ini juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara sekolah dan masyarakat dalam mendukung keberlangsungan pendidikan. Kesediaan warga meminjamkan rumahnya menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan generasi muda, sekaligus mengajarkan kepada murid arti kebersamaan, gotong royong, dan rasa terima kasih.

Baca Juga:   Kadisdikpora Majene Minta Semua Sekolah Jadi Adiwiyata

Melalui momentum revitalisasi sekolah ini, SDN 14 Sumakkuyu tidak hanya berupaya memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan, tetapi juga menjadikan setiap situasi sebagai kesempatan untuk membangun karakter peserta didik. Harapannya, setelah renovasi selesai dan para murid kembali menempati ruang kelas yang lebih baik, mereka tidak hanya membawa peningkatan pengetahuan, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang santun, disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai sesama.

Tinggalkan Balasan