Pemkab Majene Gelar Festival DASHAT 2025, Wujud Komitmen Atasi Stunting

Foto Pemerintah Kabupaten Majene menunjukkan komitmen kuatnya dalam upaya percepatan penanganan stunting melalui penyelenggaraan Festival Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Tahun Anggaran 2025 yang di gelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene Provinsi Sulawesi Barat, Sabtu (17/5/2025).

Majene,— Pemerintah Kabupaten Majene menunjukkan komitmen kuat dalam upaya percepatan penanganan stunting dengan menyelenggarakan Festival Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Sabtu (17/5/2025).

Festival DASHAT ini merupakan bagian dari strategi nasional percepatan penurunan stunting, yang menekankan pentingnya edukasi gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta penyediaan makanan sehat dan bergizi bagi keluarga berisiko stunting, khususnya balita dan ibu hamil.

Baca Juga:   Pelatihan Menulis Lontar di Majene: Upaya Pelestarian Budaya dan Literasi Lokal

Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele, dalam sambutannya menyampaikan bahwa stunting bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus memperkuat intervensi yang tepat sasaran dan berbasis masyarakat.

“Festival DASHAT ini bukan hanya seremoni, tapi langkah konkret dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan pola makan sehat. Kita ingin generasi Majene tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Bupati.

Baca Juga:   Pemda Majene Cairkan THR Pegawai Tahun 2024

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari kader posyandu, ibu rumah tangga, tenaga kesehatan, pelajar, hingga komunitas lokal. Festival juga diramaikan dengan lomba memasak menu sehat, demo masak makanan bergizi, konsultasi gizi gratis, dan penyuluhan dari para ahli.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Majene menyampaikan bahwa program DASHAT menjadi salah satu pendekatan berbasis keluarga dalam pencegahan stunting, yang menyatukan intervensi sensitif dan spesifik melalui kemitraan lintas sektor.

Baca Juga:   Mantan PJ Desa Palipi Soreang, Najib, Bantah Tuduhan Kerja Sama dengan Pihak Penjual Obat Herbal

Dengan adanya kegiatan seperti ini, Pemerintah Kabupaten Majene berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan kesehatan keluarga semakin meningkat, sehingga angka stunting di wilayah ini dapat terus ditekan dan target penurunan prevalensi stunting nasional pada 2025 dapat tercapai.

Tinggalkan Balasan