Litaqmandar.com Majene — Kepedulian terhadap penguatan karakter peserta didik di satuan pendidikan kembali disuarakan. Tokoh pendidikan, Drs. H. Januaris, mendorong seluruh warga SMP Negeri 6 Rangas, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, agar semakin fokus dan serius dalam memperkuat pemahaman serta pengamalan ilmu agama sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter siswa. Sabtu, 3/10/2026
Harapan tersebut disampaikan Drs. H. Januaris dalam kegiatan silaturahmi dan pembinaan karakter yang berlangsung di lingkungan SMP Negeri 6 Rangas, Menurutnya, pembentukan karakter tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi harus dibarengi dengan penanaman nilai-nilai keagamaan, moral, dan tanggung jawab sejak dini.
Ia menilai tantangan kehidupan generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan era digital semakin kompleks. Karena itu, siswa dituntut tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan moral agar mampu menyaring berbagai pengaruh yang berkembang di lingkungan sosial maupun ruang digital.
“Anak-anak kita harus dibentengi. Pintar saja tidak cukup kalau tidak punya iman. Saya berharap seluruh warga SMP 6 Rangas, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga siswa, lebih fokus kepada ilmu agama sebagai kompas kehidupan,” ujar Drs. H. Januaris.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan di Indonesia memiliki tiga pilar kekuatan yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Ketiga pilar tersebut adalah pendidikan agama, nilai adat dan budaya, serta undang-undang negara. Menurutnya, perpaduan ketiganya dapat menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi yang memiliki karakter sekaligus memahami tanggung jawab sosial dan kebangsaan.
“Kolaborasi antara pendidikan agama, nilai adat (budaya), dan undang-undang negara merupakan fondasi yang sangat kuat dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kalau tiga ini berjalan bersama, maka akan lahir generasi yang berakhlak, berbudaya, dan taat hukum,” tegasnya.
Drs. H. Januaris menjelaskan, nilai agama memberikan pedoman mengenai hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama, sementara nilai adat membentuk jati diri, sopan santun, serta kearifan lokal masyarakat Mandar. Di sisi lain, aturan dan undang-undang negara mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran sebagai warga negara. Ketiga aspek tersebut dinilai penting untuk diterapkan secara seimbang dalam lingkungan pendidikan.
Pihak SMP Negeri 6 Rangas menyambut baik arahan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kegiatan pembinaan keagamaan, seperti pembiasaan salat berjamaah, tahsin Al-Qur’an, serta kajian akhlak. Program tersebut akan diselaraskan dengan pelestarian budaya lokal dan penguatan wawasan kebangsaan. Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya mencetak lulusan SMPN 6 Rangas yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga kuat dalam iman, berakhlak, berbudaya, disiplin, dan memiliki karakter positif dalam kehidupan bermasyarakat.



