Budaya  

Gerakan Majene Mapaccing, Disbudpar dan DLHK Gandeng FKIP Unsulbar Bersihkan Pantai Dato Menuju Adipura 2026

Litaqmandar.com Majene, – Pemerintah Kabupaten Majene terus memperkuat komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui Gerakan Majene Mapaccing sebagai bagian dari persiapan menghadapi penilaian Adipura 2026. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kegiatan Clean Action 2026 dengan menggelar aksi bersih-bersih di kawasan objek wisata Pantai Dato, Kabupaten Majene. Sabtu, 24/10/2026

Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene, Ahmad Jamaan, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Majene. Aksi ini juga menggandeng Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi dalam membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Baca Juga:   Pulau Idaman Memiliki Potensi Wisata Sulawesi Barat

Pemilihan Pantai Dato sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Majene, Pantai Dato memiliki daya tarik alam yang perlu dijaga dan dirawat secara berkelanjutan. Kebersihan kawasan pantai menjadi faktor penting dalam memberikan kenyamanan bagi pengunjung sekaligus mempertahankan keindahan destinasi wisata kebanggaan masyarakat Majene tersebut.

Melalui kegiatan Clean Action 2026, para peserta bersama-sama melakukan pembersihan di sejumlah titik kawasan pantai, mulai dari mengumpulkan sampah yang berserakan hingga membersihkan lingkungan sekitar objek wisata. Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa menjaga kebersihan destinasi wisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga:   Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis ke-XXIX Majene Berakhir, Wakil Bupati Sampaikan Apresiasi

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene, Ahmad Jamaan, melalui kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga daya tarik pariwisata daerah. Menurut semangat Gerakan Majene Mapaccing, destinasi wisata yang bersih dan tertata merupakan bagian penting dalam membangun citra pariwisata Majene sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan.

 

 

 

 

 

 

Kolaborasi bersama DLHK dan FKIP Unsulbar juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungan. Keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diterapkan, tidak hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:   Disbudpar Majene dan Disdukcapil Bersinergi Percepat Aktivasi Identitas Kependudukan Digital

Selain mendukung pengembangan sektor pariwisata, aksi bersih-bersih ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Majene mempersiapkan diri menghadapi penilaian Adipura 2026. Gerakan Majene Mapaccing diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan perangkat daerah, institusi pendidikan, komunitas, pelaku usaha, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Melalui Clean Action 2026 di Pantai Dato, Pemerintah Kabupaten Majene ingin menegaskan bahwa semangat menuju Adipura harus dimulai dari kepedulian bersama. Majene Mapaccing bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata untuk menjaga kebersihan lingkungan, merawat destinasi wisata, dan mewujudkan Kabupaten Majene yang bersih, indah, serta membanggakan.

Tinggalkan Balasan