Litaqmandar.com Majene,– Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, bersiap menapakkan kaki secara resmi di Bumi Mandar. Kehadiran organisasi perusahaan pers terbesar ini dirancang menjadi wadah yang memiliki integritas tinggi sekaligus simbol kekuatan jurnalistik yang mengawal peradaban daerah.
Melalui rilis resmi yang dikeluarkan pada Minggu (17/05/2026), inisiator pembentukan SMSI Majene menegaskan komitmennya untuk menggerakkan roda organisasi lewat karya tulis yang tajam dan berbobot. SMSI Majene menargetkan diri sebagai episentrum perjuangan informasi yang berfokus pada penguatan tiga pilar masyarakat Indonesia secara umum.
Tidak hanya menjadi penyebar informasi, SMSI Majene juga memposisikan diri sebagai benteng moral dan etika. Organisasi ini berkomitmen penuh memegang teguh “Tiga Panglima Hukum” yang hidup di tengah masyarakat, yaitu hukum agama, hukum adat, dan hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Seluruh prinsip tersebut diinternalisasikan secara mendalam dalam Roh Pancasila sebagai ideologi bangsa.
“Kami hadir bukan sekadar kuantitas, tetapi membawa misi integritas. Karya tulis dari media yang bernaung di bawah SMSI Majene harus menjadi instrumen perubahan yang menghormati nilai agama, menjunjung tinggi adat istiadat Mandar, dan patuh pada konstitusi negara,” ujar perwakilan formatur SMSI Majene.
Saat ini, panitia persiapan tengah merampungkan struktur kepengurusan dan membuka ruang koordinasi bagi seluruh pemilik atau pengelola media siber di Kabupaten Majene yang memiliki visi sejalan.
Rekrutmen dan verifikasi internal akan diperketat demi memastikan marwah organisasi tetap terjaga.
Kehadiran SMSI di Majene diharapkan mampu membawa angin segar bagi iklim investasi media digital, meningkatkan profesionalisme jurnalis, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan yang transparan dan berkeadilan.



