Litqmandar.com Majene, – Semangat perubahan mulai terasa di SD Negeri 50 Inpres Konja, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Muhammad Tamsil, S.Pd., yang baru sekitar sepekan resmi menjabat sebagai kepala sekolah, langsung menunjukkan komitmennya membangun lingkungan pendidikan yang bersih, berintegritas, dan berkarakter.
Dalam komunikasi melalui WhatsApp bersama tim redaksi media Litaqmandar.com, Jumat (16/10/2026), Muhammad Tamsil memaparkan visi dan langkah awalnya dalam memimpin sekolah. Ia menegaskan bahwa pembenahan pendidikan tidak cukup hanya melalui peningkatan prestasi akademik, tetapi juga harus dibarengi pembentukan karakter serta pembiasaan perilaku positif di kalangan peserta didik.
Menurut Muhammad Tamsil, kebersihan menjadi salah satu nilai penting yang harus ditanamkan secara menyeluruh kepada seluruh warga sekolah. Karena itu, komitmen SDN 50 Inpres Konja tidak hanya diarahkan pada kebersihan lingkungan fisik, tetapi juga kebersihan hati, jiwa, perilaku, dan integritas dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing.
“Selain mendukung program pemerintah ‘Majene Mappancing’ atau Majene Bersih, kita juga harus mengasah dan memastikan bahwa hati, jiwa, pakaian, perilaku, dan semua hal, termasuk jabatan, harus bersih dari praktik-praktik yang tidak baik,” ujar Muhammad Tamsil. Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa budaya bersih perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan.
Ia menjelaskan, penanaman nilai kebersihan moral dan integritas sejak jenjang sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan. Melalui pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
“Jika awal atau tingkat dasar sudah bersih, insyaallah saat dewasa nanti mereka akan terus terbiasa hidup dengan nilai-nilai baik tersebut,” tambahnya. Ia meyakini bahwa pendidikan karakter yang dimulai sejak dini akan memberikan dampak jangka panjang bagi pembentukan kepribadian anak, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Muhammad Tamsil juga mengajak seluruh warga SDN 50 Inpres Konja, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik, untuk membangun kebersamaan dalam mewujudkan sekolah yang bersih dan nyaman. Menurutnya, perubahan tidak dapat berjalan optimal apabila hanya bertumpu pada kepala sekolah, melainkan membutuhkan partisipasi dan komitmen seluruh unsur sekolah.
“Harapan saya kepada seluruh warga sekolah SDN 50 Inpres Konja, mari kita bersama-sama menciptakan kondisi sekolah yang bersih, mulai dari kebersihan hati hingga kebersihan lingkungan,” tutupnya. Dengan semangat yang dibangun sejak awal kepemimpinannya, SDN 50 Inpres Konja diharapkan semakin berkembang menjadi lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendorong prestasi akademik, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran, integritas, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap kebersihan demi mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.



