Litaqmandar.com Majene,- Alam upaya membentengi moral generasi muda sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Merdeka, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 18 Bababulo, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, konsisten menggelar kegiatan Sholat Dhuha berjamaah bagi seluruh siswa sebelum memulai aktivitas pembelajaran.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (24/9/2026) tersebut tidak sekadar menjadi rutinitas ibadah, tetapi dirancang sebagai bagian dari strategi pendidikan karakter yang terintegrasi dengan proses pembelajaran di sekolah. Melalui pembiasaan tersebut, siswa diarahkan untuk memiliki karakter religius, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menciptakan suasana belajar yang lebih tenang dan kondusif.
Kepala SDN 18 Bababulo menjelaskan bahwa penguatan fondasi agama menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan saat ini. Menurutnya, pembentukan karakter perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan akademik agar peserta didik memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan moral.
“Dalam menjawab tantangan di satuan pendidikan, kita sangat membutuhkan kemampuan yang wajib dimiliki siswa, terutamanya dalam beragama. Jika di sekolah, PAI dan Budi Pekerti berdasarkan Kurikulum Merdeka terbagi ke dalam lima elemen utama. Elemen-elemen ini mencakup ruang lingkup hubungan manusia dengan Allah (ḥabl min Allāh), dengan sesama manusia (ḥabl min al-nās), dan dengan alam sekitar (ḥabl min al-ālam),” jelasnya.
Pembiasaan Sholat Dhuha berjamaah juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa dibiasakan hadir tepat waktu, mengikuti arahan guru, tertib dalam persiapan ibadah, serta bertanggung jawab terhadap perlengkapan sholat yang digunakan hingga merapikannya kembali setelah kegiatan selesai.
Selain membangun kedisiplinan dan tanggung jawab, kegiatan berjamaah turut memperkuat nilai kebersamaan antarsiswa. Mereka belajar untuk saling menghormati, menjaga ketertiban, membangun rasa persaudaraan, serta menumbuhkan semangat gotong royong. Pembiasaan tersebut juga diharapkan mampu membentuk kontrol diri sehingga siswa terbiasa bersikap santun, tenang, dan menghargai guru maupun teman di lingkungan sekolah.
Dari sisi spiritual, Sholat Dhuha menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT sejak usia dini. Doa dan dzikir setelah pelaksanaan sholat juga diharapkan dapat memberikan ketenangan batin serta membantu siswa mempersiapkan diri secara mental sebelum mengikuti proses pembelajaran di kelas.
Melalui program tersebut, SDN 18 Bababulo menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak peserta didik. Pembiasaan keagamaan diharapkan menjadi bagian dari proses membentuk generasi yang berdisiplin, bertanggung jawab, toleran, berakhlak mulia, dan memiliki kesadaran beragama dalam menyongsong masa depan.



