Mammunuq Warnai Maulid Nabi di SMPN 2 Pamboang, Perkuat Karakter Siswa dan Lestarikan Budaya Mandar

Litaqmandar.com Majene — Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tanah Mandar selalu memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Nilai religius yang berpadu dengan tradisi budaya lokal kembali terlihat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar SMP Negeri 2 Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung dengan nuansa khas tradisi Mammunuq yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Mandar.

Bagi masyarakat Sulawesi Barat, Mammunuq tidak sekadar menjadi ritual keagamaan tahunan, tetapi juga merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sosial dan spiritual. Kehadiran tradisi tersebut di lingkungan sekolah menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal dan memahami akar budayanya, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap ajaran agama Islam.

Baca Juga:   Program UNM Selaras Dengan Visi-Misi Kab. Majene

Kepala SMP Negeri 2 Pamboang, Anwar Koni, S.Pd., M.M., mengatakan peringatan Maulid dengan nuansa Mammunuq sengaja dikemas sebagai bagian dari proses pembentukan karakter siswa. Menurutnya, kegiatan keagamaan di sekolah tidak hanya diarahkan pada pelaksanaan ritual, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kebiasaan positif dan menanamkan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid dengan nuansa Mammunuq ini adalah momentum penting untuk melatih diri dalam melaksanakan program kegiatan religius di lingkungan sekolah. Kami ingin mendorong siswa untuk senantiasa mencintai Nabi Muhammad SAW dengan cara meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Anwar Koni.

Baca Juga:   Hut PGRI ke-78 dan HKN Tahun 2023, Andi Syukri: Guru Aktor Utama Dalam memajukan Pendidikan

Ia menambahkan, perpaduan antara budaya lokal dan nilai-nilai keagamaan tersebut sejalan dengan semangat implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang memungkinkan siswa mengenal nilai budaya di lingkungan mereka sekaligus mengembangkan karakter religius, gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.

Menurut Anwar, sekolah akan terus mendorong kegiatan yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Allah SWT. Pendidikan karakter, kata dia, harus dibangun melalui pengalaman nyata sehingga nilai-nilai yang dipelajari siswa tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Peringatan Maulid tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pihak sekolah dan pengurus OSIS SMP Negeri 2 Pamboang. Suasana kegiatan berlangsung khidmat sekaligus semarak dengan hadirnya hiasan tiriq atau pohon Maulid khas Mandar yang dihiasi telur dan berbagai panganan tradisional. Tradisi tersebut tidak hanya memperindah suasana perayaan, tetapi juga menjadi media bagi siswa untuk mengenal kekayaan budaya daerahnya.

Baca Juga:   Buah Didikan Keluarga Hebat: Siswa SDN 55 Deteng-Deteng Siap Bersinar di Kancah Nasional.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bernuansa Mammunuq, SMP Negeri 2 Pamboang menunjukkan bahwa pendidikan dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan. Sekolah berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga beriman, berakhlak mulia, mencintai budaya daerah, serta mampu menjaga warisan leluhur Tanah Mandar di tengah perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan