Budaya  

Mahasiswa Unsulbar Asal Papua Belajar Budaya Mandar, Perkuat Persaudaraan Lewat Aksi Tanam Mangrove

Litaqmandar.com Majene,– Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi Tahun 2026 asal Papua mengikuti rangkaian kegiatan Penguatan Wawasan Kebangsaan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Kamis (29/10/2026) hingga Sabtu (31/10/2026), ini menggabungkan pembelajaran tentang nasionalisme, pengenalan budaya lokal Mandar, hingga aksi sosial penanaman mangrove.

Program tersebut dirancang untuk memperkuat rasa persatuan, integrasi sosial, serta pembauran multikultural di lingkungan kampus dan masyarakat. Tidak hanya mendapatkan materi di dalam ruangan, para mahasiswa juga diajak terlibat langsung dalam kegiatan sosial dan lingkungan sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Panitia Wawasan Kebangsaan ADik Unsulbar 2026, Muhammad Sajidin, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang dengan pendekatan yang lebih interaktif dan tidak terpaku pada metode pembelajaran klasikal. Dalam sesi yang berlangsung di Hotel Villa Bogor, para mahasiswa mendapatkan berbagai materi, di antaranya Empat Konsensus Dasar Kebangsaan, Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional di Era Geopolitik Global, literasi digital, hingga internalisasi nilai-nilai kearifan lokal budaya Mandar. “Merajut persaudaraan di lingkungan kampus menjadi ikhtiar nyata merawat ke-Indonesia-an. Kami memastikan mahasiswa yang menuntut ilmu di Unsulbar merasa seperti di rumah sendiri,” ujar Sajidin.

Baca Juga:   Telusuri Jejak Leluhur, Harun Ungkap Dugaan Situs Benteng Pengintaian Musuh di Palipi Soreang

Sesi pembekalan menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai institusi. Wakil Rektor III Unsulbar, Dr. Nur Fitriayu Mandasari, menyampaikan materi tentang Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan dalam Bhinneka Tunggal Ika. Sementara itu, perwakilan Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemendiktisaintek, Dr. Muni Ika, memberikan arahan khusus terkait pengelolaan dana bantuan Beasiswa ADik agar dapat dimanfaatkan secara tepat selama mahasiswa menjalani masa perkuliahan.

Selain penguatan wawasan kebangsaan, peserta juga diajak mengenal lebih dekat kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Mandar. Pengenalan budaya ini menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bahwa keberagaman suku, bahasa, adat istiadat, dan tradisi merupakan kekuatan bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama. Melalui interaksi tersebut, mahasiswa asal Papua diharapkan semakin mudah beradaptasi dan membangun hubungan sosial dengan masyarakat di lingkungan tempat mereka menempuh pendidikan.

Baca Juga:   Disbudpar Majene dan Disdukcapil Bersinergi Percepat Aktivasi Identitas Kependudukan Digital

Puncak rangkaian kegiatan diisi dengan aksi sosial penanaman bibit mangrove bersama masyarakat dan pelajar setempat di Mangrove Learning Center (MLC) Baluno, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk berkolaborasi dan berbaur dengan masyarakat setempat. Melalui aksi tersebut, nilai gotong royong, kebersamaan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan diperkenalkan melalui praktik nyata.

Salah seorang peserta, Jefry Hamsa Unfia, mahasiswa Program Studi Ekonomi Akuntansi asal Kaimana, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, aktivitas di MLC Baluno memberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan warga dan pelajar setempat. “Kami berbaur dengan pelajar setempat dan mendapat banyak teman baru di Mandar,” katanya, Minggu (1/11/2026). Hal senada disampaikan Bernarda Degekoto, mahasiswi Program Studi Pendidikan Matematika asal Nabire, Papua Tengah. Ia menilai rangkaian kegiatan, mulai dari pembelajaran di kelas hingga aksi peduli lingkungan, memberikan ruang bagi mahasiswa perantau untuk beradaptasi, mengenal lingkungan baru, serta membangun persahabatan lintas budaya.

Baca Juga:   SMKN 7 Majene Gelar Kegiatan Pendidikan Karakter dan Penerimaan Tamu Ambalan Tahun 2025

Melalui kegiatan Penguatan Wawasan Kebangsaan Mahasiswa Unsulbar 2026, diharapkan mahasiswa asal Papua tidak hanya memperoleh pemahaman lebih mendalam tentang nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga merasakan eratnya persaudaraan dalam keberagaman masyarakat Indonesia. Perpaduan edukasi, pengenalan budaya Mandar, dan aksi penanaman mangrove menjadi gambaran bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika dapat diwujudkan melalui kebersamaan, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan