Litaqmandar.com Majene, – Kekayaan budaya Mandar di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, tidak hanya tercermin melalui tradisi lisan, tari-tarian, dan perahu Sandeq, tetapi juga melalui kesenian musik tradisional yang masih bertahan hingga saat ini. Salah satunya adalah kesenian Parrawana atau musik rebana yang terus dilestarikan oleh masyarakat Desa Palipi Soreang, Kecamatan Banggae. Kamis, 5/11/2026
Di tengah perkembangan musik modern, Grup Rebana Ar-Rahman Desa Palipi Soreang atau yang dikenal dengan kelompok Parrawana Palipi Soreang tetap menunjukkan eksistensinya dalam menjaga warisan kesenian tradisional Mandar.
Kelompok ini menjadi salah satu wadah bagi masyarakat dan generasi muda untuk mengenal, mempelajari, sekaligus mengembangkan seni musik rebana yang memiliki hubungan erat dengan tradisi Islam dan kehidupan sosial masyarakat Mandar.
Parrawana merupakan kesenian musik tradisional khas Mandar yang menggunakan alat musik rebana atau rawana sebagai instrumen utama. Pertunjukannya memadukan tabuhan ritmis yang khas dengan lantunan selawat serta syair-syair Mandar yang mengandung pesan keagamaan, nasihat, dan nilai-nilai budaya.
Keunikan kesenian ini tidak hanya terletak pada suara tabuhan rebananya, tetapi juga pada teknik permainan yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam sejumlah pertunjukannya, termasuk atraksi Parrawana Assimemangang, kelompok Ar-Rahman menggunakan tiga jenis tabuhan dasar yang menjadi ciri khas ketukan musik mereka.
Perpaduan irama tersebut menghadirkan pertunjukan yang menarik sekaligus memperlihatkan keterampilan para pemain dalam menjaga kekompakan dan keselarasan setiap tabuhan.
Eksistensi Grup Rebana Ar-Rahman juga terlihat dari keterlibatannya dalam berbagai kegiatan masyarakat, baik acara adat, kegiatan keagamaan, pernikahan, maupun agenda seni dan budaya daerah.
Salah satu partisipasinya terlihat dalam Gelar Budaya Ansambel Musik Tradisional Rawana yang diselenggarakan di Boyang Assamalewuang, Kabupaten Majene. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi kelompok seni tradisional untuk memperkenalkan kekayaan musik rawana kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal.
Tidak hanya aktif dalam pertunjukan, Grup Ar-Rahman juga memberikan perhatian terhadap regenerasi pemain Parrawana. Upaya pembinaan dilakukan dengan melibatkan anak-anak sekolah dasar agar kesenian tradisional ini dapat dikenal dan dipelajari sejak usia dini.
Pembinaan tersebut antara lain dilakukan kepada murid-murid SDN No. 22 Soreang dan SDN No. 52 Palipi melalui pengenalan serta latihan Parrawana Towaine, yakni tradisi permainan rebana yang dibawakan oleh kaum perempuan atau siswi.
Keterlibatan anak-anak perempuan dalam kesenian ini menjadi bagian penting dari upaya memperluas ruang pelestarian budaya Mandar. Mereka tidak hanya belajar memainkan alat musik tradisional, tetapi juga mengenal nilai kebersamaan, kedisiplinan, kekompakan, dan kecintaan terhadap warisan budaya daerah.
Parrawana Towaine sekaligus memperlihatkan bahwa kesenian rawana memiliki ruang bagi perempuan untuk ikut mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan tradisi musik Mandar.
Melalui pembinaan tersebut, Grup Ar-Rahman berharap kesenian Parrawana tidak hanya menjadi hiburan dalam kegiatan masyarakat, tetapi juga terus hidup sebagai identitas budaya yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Perkembangan aktivitas kelompok ini juga mendapat perhatian dari para pemuda dan penggiat budaya setempat. Dokumentasi pertunjukan, kegiatan latihan, serta informasi mengenai kesenian Parrawana Palipi Soreang turut dibagikan melalui media sosial sebagai sarana memperkenalkan seni tradisional Mandar kepada khalayak yang lebih luas.
Keberadaan Grup Rebana Ar-Rahman menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan berskala besar. Pembinaan di lingkungan desa, keterlibatan generasi muda, serta partisipasi dalam kegiatan masyarakat merupakan langkah nyata untuk menjaga agar tradisi tetap hidup.
Dengan konsistensi dalam berkesenian dan pembinaan generasi penerus, Parrawana Palipi Soreang diharapkan terus berkembang dan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Desa Palipi Soreang serta Kabupaten Majene.Di tengah derasnya pengaruh budaya modern, tabuhan rebana Ar-Rahman menjadi pengingat bahwa warisan leluhur memiliki nilai yang patut dijaga. Sebab, melestarikan Parrawana bukan sekadar mempertahankan bunyi alat musik tradisional, melainkan juga merawat identitas, nilai keislaman, dan kekayaan budaya Mandar agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.


