Guru SDN No. 2 Bababulo Jadi “Satpam Dadakan”, Jaga Keselamatan Siswa di Jalur Trans Sulawesi

Litaqmandar.com Majene — SDN No. 2 Bababulo terus menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan visinya sebagai lembaga pendidikan yang “Unggul Dalam Proses Belajar, Bersaing Dalam Prestasi Sekolah Berdasarkan Iman dan Taqwa.” Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan mutu akademik dan pembentukan karakter, tetapi juga melalui perhatian serius terhadap keselamatan peserta didik, terutama karena lokasi sekolah berada di jalur perlintasan kendaraan pada poros Trans Sulawesi Majene–Mamuju.

Dalam menjalankan misi sekolah, khususnya menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, meningkatkan sarana penunjang, serta membangun kerja sama yang harmonis dengan lingkungan, pihak sekolah juga menerapkan sejumlah aturan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan siswa. Salah satunya dengan mewajibkan seluruh murid membeli makanan hanya di kantin yang berada di dalam lingkungan sekolah agar kebersihan dan kesehatan makanan yang dikonsumsi dapat lebih terpantau.

Baca Juga:   SDN 39 Cilallang Perkuat Kompetensi Guru melalui Refleksi dan Observasi Terpadu

Kebijakan tersebut sekaligus menjadi langkah preventif agar siswa tidak keluar dari lingkungan sekolah selama jam pembelajaran. Pasalnya, posisi SDN No. 2 Bababulo yang berada di sekitar jalur Trans Sulawesi Majene–Mamuju memiliki tingkat risiko keselamatan yang perlu menjadi perhatian bersama, terlebih peserta didik masih berada pada usia sekolah dasar dan belum sepenuhnya mampu memperkirakan bahaya lalu lintas kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi.

Keterbatasan jumlah petugas keamanan resmi yang belum mampu mengawasi seluruh titik pagar sekolah membuat para guru mengambil peran tambahan. Secara bergantian, guru berjaga di area gerbang dan sejumlah titik yang berpotensi menjadi akses keluar siswa. Mereka menjalankan peran layaknya “satpam dadakan” sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab terhadap keselamatan anak-anak selama berada di lingkungan sekolah.

Baca Juga:   SDN 17 Galung-Galung Perkuat Karakter Siswa, Jadikan Pancasila sebagai Fondasi Kedisiplinan

Kepala SDN No. 2 Bababulo, Hj. Ramlia, S.Pd., SD., mengatakan, keterlibatan guru dalam menjaga pintu keluar sekolah merupakan bagian dari dedikasi mereka dalam memberikan perlindungan kepada peserta didik. Menurutnya, keselamatan anak menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah, sehingga guru tidak hanya berperan sebagai pendidik di dalam kelas, tetapi juga memastikan siswa tetap berada di lingkungan yang aman selama jam sekolah.

“Jadi satpam dadakan, Pak, jangan sampai anak-anak keluar jajan di jam sekolah. Apalagi area sekolah kita berada di posisi poros Trans Sulawesi Majene–Mamuju, kendaraan pada laju. Kami bertanggung jawab penuh memastikan keselamatan, keadaan sekolah, dan masa depan anak didik kami agar tetap bercahaya,” ujar Hj. Ramlia saat memantau langsung keamanan gerbang sekolah, Sabtu (26/9/2026).

Baca Juga:   Tak Gentar dengan Jarak, Rifa Sarkiah Z Siap Bersinergi Majukan SDN 14 Sumakkuyu

Selain mengutamakan keselamatan, SDN No. 2 Bababulo juga terus membangun budaya disiplin dan karakter positif di lingkungan sekolah. Semboyan “Saya malu jika datang terlambat” terus digalakkan untuk membentuk kebiasaan menghargai waktu dan bertanggung jawab terhadap kewajiban. Pendidikan karakter tersebut diharapkan berjalan seimbang dengan pengembangan kemampuan intelektual dan spiritual peserta didik.

SDN No. 2 Bababulo merupakan satuan pendidikan dasar yang berkomitmen mengembangkan keseimbangan antara intelektual, ilmu pengetahuan dan teknologi, keunggulan lokal, serta penguatan iman dan taqwa. Melalui berbagai upaya tersebut, sekolah berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, disiplin, dan nyaman sekaligus melahirkan generasi yang berkarakter serta mampu bersaing dalam berbagai bidang prestasi di masa depan.

Tinggalkan Balasan