Litaqmandar.com Majene,- SDN No. 35 Jolengmea membiasakan peserta didik mengawali aktivitas pembelajaran dengan melaksanakan Sholat Dhuha. Kegiatan keagamaan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun karakter religius sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih tenang dan penuh makna.

Mengawali hari dengan bersujud melalui Sholat Dhuha diharapkan menjadi bekal spiritual bagi siswa sebelum memasuki proses pembelajaran di kelas. Dengan berdoa dan memohon kemudahan kepada Allah SWT, siswa diajak membangun keyakinan bahwa setiap ilmu yang dipelajari merupakan bagian dari proses untuk mengembangkan diri. Kamis, 24/9/2026

Baca Juga:   Sehat Bersama, Semangat Belajar Terjaga, SDN 35 Jolengmea Rutin Gelar Senam Pagi

Kegiatan Sholat Dhuha juga menjadi sarana pembiasaan ibadah sejak usia dini. Melalui pelaksanaan yang dilakukan secara rutin, siswa belajar mengenal nilai kedisiplinan, ketertiban, tanggung jawab, serta keikhlasan dalam menjalankan ibadah.

Selain membangun karakter religius, suasana setelah pelaksanaan Sholat Dhuha diharapkan dapat membantu siswa mempersiapkan diri secara mental sebelum mengikuti pembelajaran. Ketenangan yang tercipta dapat menjadi awal yang baik bagi peserta didik untuk berkonsentrasi, menyimak penjelasan guru, dan mengikuti kegiatan belajar dengan lebih tertib.

Bagi SDN No. 35 Jolengmea, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Pembentukan akhlak dan karakter peserta didik juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang memiliki keseimbangan antara pengetahuan, sikap, dan nilai-nilai spiritual.

Baca Juga:   Mithhar Bantah Dilantik jadi Kadis Pendidikan Sulbar

Melalui pembiasaan tersebut, siswa juga diarahkan untuk memahami pentingnya rasa syukur atas kesempatan memperoleh pendidikan. Setiap pelajaran yang diterima diharapkan dapat dipahami dengan baik dan kemudian diwujudkan dalam perilaku positif, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Sholat Dhuha menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pendidikan karakter dan pembelajaran di sekolah. Guru memiliki peran penting dalam memberikan keteladanan sekaligus membimbing siswa agar nilai-nilai religius yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan ibadah, tetapi tercermin dalam sikap jujur, santun, disiplin, dan saling menghargai.

Baca Juga:   Siswa SMPN 3 Majene Sabet 2 Medali Tingkat Nasional

Dengan semangat “mengawali hari dengan bersujud, agar Allah mudahkan setiap bab pelajaran yang kita pelajari”, SDN No. 35 Jolengmea terus berupaya membangun budaya sekolah yang religius dan positif. Harapannya, setiap siswa tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, memiliki semangat belajar, serta senantiasa menjadikan nilai-nilai kebaikan sebagai bagian dari perjalanan pendidikannya.

Tinggalkan Balasan