Litaqmandar.com Majene, – Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang menjadi bukti perjalanan panjang peradaban masyarakat Mandar. Salah satu situs bersejarah yang menarik untuk dikunjungi adalah Kompleks Makam Raja-Raja Banggae yang berada di Jalan Ondongan, Kampung Pangali-Ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene. Rabu, 4/11/2026
Kompleks pemakaman ini merupakan tempat peristirahatan terakhir para raja atau Mara’dia serta anggota Hadat Banggae pada masa kerajaan dahulu. Keberadaannya menjadi salah satu bukti penting eksistensi pemerintahan tradisional dan perkembangan peradaban Suku Mandar yang telah berlangsung sejak masa lampau.
Daya tarik utama kompleks makam ini terletak pada bentuk pusara yang memiliki karakteristik arsitektur tradisional dan berbeda dari pemakaman pada umumnya. Sebagian besar pusara terbuat dari batu padas atau batu karang yang dipahat dengan keterampilan khusus, sehingga menghasilkan bentuk bangunan makam yang unik dan memiliki nilai seni serta sejarah tersendiri.
Ukuran pusara yang relatif besar dengan susunan batu pahatan yang tertata menjadi keistimewaan situs bersejarah tersebut. Menariknya, konstruksi makam menggunakan sistem kuncian antarbatu sehingga susunannya dapat menyatu dengan kuat dan tidak mudah terlepas. Teknik pengerjaan ini memperlihatkan keterampilan masyarakat masa lalu dalam membangun struktur makam yang mampu bertahan hingga sekarang.
Selain menjadi tempat untuk mengenal sejarah para raja dan tokoh adat Banggae, kompleks makam ini juga menyimpan nilai budaya dan kearifan lokal yang patut dilestarikan. Setiap pusara menjadi bagian dari catatan sejarah yang menggambarkan penghormatan masyarakat terhadap para pemimpin serta tokoh yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan pemerintahan kerajaan Banggae.
Keunikan lainnya, pengunjung tidak hanya dapat menikmati suasana kompleks pemakaman kuno, tetapi juga menyaksikan pemandangan laut yang berada tidak jauh dari kawasan tersebut. Di sepanjang tepian laut terlihat perahu-perahu milik masyarakat yang menambah keindahan panorama pesisir Majene. Suasana semakin menarik ketika sore hari, saat cahaya matahari mulai meredup dan menciptakan pemandangan alam yang menenangkan.
Perpaduan antara peninggalan sejarah, arsitektur makam tradisional, dan panorama pesisir menjadikan Kompleks Makam Raja-Raja Banggae memiliki potensi sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. Situs ini dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat sejarah kerajaan Banggae, tokoh-tokoh adat, serta warisan peradaban Mandar yang menjadi identitas masyarakat Majene.
Karena itu, keberadaan Makam Raja-Raja Banggae perlu terus dijaga dan dilestarikan melalui kepedulian bersama antara pemerintah, masyarakat, pemerhati sejarah, dan komunitas budaya. Melestarikan situs ini bukan hanya menjaga bangunan makam peninggalan leluhur, tetapi juga merawat jejak sejarah dan identitas budaya Mandar agar tetap dikenal serta diwariskan kepada generasi yang akan datang.


