Dosen dan Mahasiswa BKPI STAIN Majene Apresiasi SIPAMANDAR sebagai Terobosan Penilaian Sikap di SMK Negeri 2 Majene

Litaqmandar.com Majene,– Dosen pengampu mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi, Siti Khumairah Fiqrillah, bersama mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) STAIN Majene mengapresiasi SIPAMANDAR sebagai terobosan inovatif dalam penilaian sikap peserta didik di SMK Negeri 2 Majene. Apresiasi tersebut diperoleh berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan mahasiswa pada sejumlah sekolah menengah atas di Kabupaten Majene terkait pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan Bimbingan dan Konseling (BK). Senin, 21/6/2026

Kegiatan observasi ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengkaji pemanfaatan teknologi di lingkungan pendidikan. Melalui observasi tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai berbagai inovasi digital yang diterapkan sekolah dalam mendukung layanan BK dan pengelolaan peserta didik.

Berdasarkan hasil observasi, SIPAMANDAR dinilai sebagai inovasi yang membantu guru dalam melakukan penilaian sikap peserta didik secara lebih efektif, sistematis, dan terdokumentasi dengan baik. Sistem ini mendukung proses monitoring dan evaluasi peserta didik melalui pengelolaan data yang terintegrasi sehingga memudahkan sekolah dalam mengakses informasi terkait perkembangan siswa.

Baca Juga:   Anak Indonesia dalam Bahaya Abdul Rahman Bongkar Dosa Kolektif Negara dan Keluarga Saat Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Mahasiswa juga menemukan bahwa aplikasi SIPAMANDAR memiliki fitur yang mampu mendeteksi waktu kedatangan siswa secara otomatis. Dalam penerapannya, siswa yang datang lebih awal memperoleh poin positif sebesar (+5), sedangkan siswa yang datang terlambat memperoleh poin negatif sebesar (-5). Mekanisme tersebut menjadi salah satu strategi sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik melalui pendekatan berbasis teknologi.

Dari perspektif akademik, Siti Khumairah Fiqrillah menjelaskan bahwa temuan tersebut sejalan dengan teori Positive Behavioral Intervention and Support (PBIS) yang menekankan pentingnya penguatan positif dalam pembentukan perilaku peserta didik. Menurutnya, pemberian poin terhadap kedisiplinan merupakan bentuk penguatan yang dapat mendorong terbentuknya perilaku positif secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Baca Juga:   Kadis Pendidikan Sulbar Tinjau Lokasi Kebakaran di SMAN 1 Malunda

Ia juga menambahkan bahwa beberapa sekolah di luar negeri telah menerapkan konsep Learning Analytics dan Early Warning System dengan memanfaatkan data peserta didik untuk mengidentifikasi berbagai risiko akademik maupun nonakademik. Di era digital saat ini, integrasi teknologi dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berpotensi melahirkan berbagai inovasi baru, seperti memprediksi perilaku siswa, mendeteksi risiko secara dini, serta memberikan rekomendasi intervensi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Salah seorang mahasiswa BKPI, Alfiansyah, menyampaikan bahwa SIPAMANDAR merupakan contoh pemanfaatan teknologi digital yang efektif dalam mendukung pengelolaan peserta didik. Menurutnya, sistem tersebut memudahkan pencatatan data kehadiran, kedisiplinan, dan pelanggaran siswa sehingga layak dijadikan model pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling berbasis digital di sekolah lain.

Pendapat serupa disampaikan oleh Dinda yang menilai bahwa SIPAMANDAR sangat relevan dan bermanfaat dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Ia mengungkapkan bahwa sistem absensi digital dan pemberian poin tidak hanya membantu siswa lebih disiplin, tetapi juga memudahkan guru dan orang tua dalam memantau kehadiran peserta didik secara langsung dan transparan.

Baca Juga:   Tangkal Hoax, Kadisdik Kab Majene Apresiasi Kegiatan Mafindo

Sementara itu, Muh. Zahran Syafiq menyimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan Bimbingan dan Konseling merupakan inovasi yang sangat relevan untuk menjawab kebutuhan peserta didik di era digital. Menurutnya, integrasi teknologi mampu meningkatkan kualitas layanan BK menjadi lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap berbagai permasalahan siswa. Pengalaman observasi tersebut juga memotivasi dirinya untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan berbagai gagasan baru dengan tetap mengintegrasikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan utama dalam pendampingan dan pengembangan karakter peserta didik, sehingga dapat melahirkan layanan konseling yang adaptif, humanis, dan berkontribusi dalam membentuk generasi berakhlak mulia yang siap menghadapi tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan