Litaqmandar.com Mamuju,–Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Barat melalui Ketua Bidang Pemberdayaan Umat, Syamsul Bahri, menegaskan pentingnya proses pengganti pasca purna tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar harus dilakukan secara objektif, profesional dan berdasarkan sistem merit. Minggu, 21/6/2026
Menurut Syamsul Bahri, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar merupakan jabatan strategis yang memiliki peran penting dalam pembinaan baik keagamaan, pengelolaan pendidikan madrasah serta penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat.
Kami meminta kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Barat agar benar-benar mempertimbangkan figur yang akan diusulkan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia, jangan sampai penentuan pejabat strategis ini didasarkan pada faktor kedekatan atau pertimbangan subjektif lainnya, melainkan harus mengedepankan kompetensi, integritas, dan rekam jejak yang terukur, tegas Syamsul Bahri.
Dia menilai bahwa calon pengganti Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar harus dinilai dari berbagai aspek penting, antara lain:
1. Integritas dan moralitas yang baik.
2. Kompetensi manajerial dan kepemimpinan birokrasi.
3. Pengalaman kerja serta pemahaman terhadap tugas dan fungsi Kementerian Agama.
4. Rekam jejak kinerja yang bersih, profesional dan berprestasi.
5. Kemampuan membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Komitmen terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.
6. Kepedulian terhadap pengembangan pendidikan madrasah dan pondok pesantren.
Kemampuan menjaga kerukunan umat beragama serta stabilitas sosial di daerah.
Menurutnya, Polewali Mandar membutuhkan sosok pemimpin yang mampu membawa Kementerian Agama menjadi institusi yang semakin dipercaya masyarakat, transparan dalam tata kelola dan responsif terhadap berbagai kebutuhan umat.
Jabatan ini bukan sekadar posisi administratif, tetapi amanah besar dalam melayani masyarakat. Karena itu, figur yang dipilih harus mampu menjadi teladan, memiliki visi yang jelas, dan mampu menjawab tantangan pelayanan keagamaan serta pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar,” lanjutnya.
BADKO HMI Sulawesi Barat berharap proses pengusulan calon Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar dapat berlangsung secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Kami percaya Kakanwil Kemenag Sulbar memiliki tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk menghadirkan figur terbaik. Oleh karena itu, kami berharap nama yang disampaikan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia benar-benar merupakan sosok yang layak, berintegritas, profesional, dan memiliki dedikasi tinggi dalam pengabdian kepada bangsa, negara, dan umat, tutup Syamsul Bahri.



