Mahasiswa PGSD Unsulbar Genjot Literasi dan Mural Edukatif di SDN 19 Rangas

Litaqmandar.com Majene,— Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) terus mengembangkan program Asistensi Mengajar di SDN 19 Rangas. Pada Sabtu (3/10/2026), mahasiswa menjalankan dua program kerja sekaligus, yakni pendampingan literasi baca bagi siswa dan pembuatan sketsa edukatif pada dinding lingkungan sekolah.

Program pendampingan literasi dirancang untuk membantu siswa yang masih membutuhkan perhatian khusus dalam kemampuan membaca. Melalui pendekatan interaktif dan personal, mahasiswa mendampingi siswa secara satu per satu agar mereka lebih percaya diri dalam mengenali huruf, membaca kata, hingga memahami bacaan sederhana sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Baca Juga:   Semangat Kepemimpinan Visioner Manurung Hidup Kembali di Tanah Pamboang

Usai kegiatan literasi, mahasiswa kemudian melanjutkan aktivitas di area luar kelas dengan membuat sketsa edukatif atau mural kreatif pada dinding sekolah. Sketsa tersebut dirancang bukan sekadar sebagai hiasan, tetapi juga diharapkan menjadi media pembelajaran visual yang menarik sehingga dapat membantu siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih menyenangkan di lingkungan sekolah.

Pelaksanaan kedua program kerja tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak SDN 19 Rangas. Para mahasiswa mengaku mendapat sambutan hangat dari kepala sekolah dan jajaran guru yang dinilai ramah, terbuka, serta menyenangkan. Tidak hanya membantu kelancaran kegiatan, para guru juga berbagi pengalaman mengenai proses pembelajaran, strategi pengelolaan kelas, hingga cara menghadapi keberagaman karakter peserta didik.

Baca Juga:   Kadis Mithhar: Guru P3K Diharapkan Tingkatkan Inovasi

Kepala SDN 19 Rangas, Misbahuddin, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa PGSD Unsulbar di lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi mahasiswa sekaligus membuka ruang kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.

“Alhamdulillah, dampak positif dan manfaat menjadikan sekolah dasar sebagai sasaran observasi oleh mahasiswa atau perguruan tinggi meliputi peningkatan pengalaman praktis mahasiswa serta kontribusi nyata bagi mutu sekolah dasar,” ujar Misbahuddin.

Ia menambahkan, kehadiran mahasiswa di sekolah, baik melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Program Kampus Mengajar, magang kependidikan atau PPL, maupun pengabdian kepada masyarakat, selalu menghadirkan interaksi positif. Menurutnya, hubungan tersebut menciptakan manfaat timbal balik karena mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan, sementara sekolah mendapatkan dukungan melalui gagasan dan program yang dibawa oleh perguruan tinggi.

Baca Juga:   SDN No. 41 Rangas Majene Jadi Sorotan, Transformasi Revitalisasi dan Digitalisasi Pembelajaran Siap Diperkenalkan

Melalui semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan, mahasiswa PGSD Unsulbar berharap program Asistensi Mengajar di SDN 19 Rangas tidak berhenti pada hasil fisik berupa dinding sekolah yang lebih menarik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan meninggalkan dampak akademik yang berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan kemampuan literasi, kepercayaan diri, dan motivasi belajar siswa.

Tinggalkan Balasan