Pemkab Majene Perkuat Komitmen Lintas Sektor Dorong Program Keamanan Pangan Terpadu 2026

Litaqmandar.com Majene,- Pemkab Majene menggelar Forum Advokasi dan Komitmen Program Keamanan Pangan Terpadu dalam format Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Pola Kantor Bupati, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Andi Rita, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. Mustamin, serta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju Burham Sidobejo.

Turut serta perwakilan Bappeda Majene, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kementerian Agama, camat, kepala desa, kepala sekolah, pendamping desa, dan media massa.

Kepala BPOM Mamuju Burham Sidobejo dalam paparannya menyampaikan implementasi program keamanan pangan terpadu di Sulawesi Barat sebagai dukungan terhadap program nasional, sedangkan Asisten I H. Mustamin memaparkan capaian dan strategi Pemkab Majene dalam percepatan penurunan stunting, termasuk optimalisasi Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM), sementara Bappeda Majene menegaskan komitmen perencanaan daerah untuk mendukung keberlanjutan program keamanan pangan sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor guna mempercepat penurunan stunting.

Baca Juga:   Berhasil Tekan angka Stunting, Bupati Majene Launching PMT

Wakil Bupati Andi Rita menyatakan kesiapan pemerintah daerah mendukung penuh program tersebut. Ia menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat.

“Bagaimana ketahanan pangan ini bisa terwujud, tentu harus dimulai dari desa. Kita dorong Desa Pangan Aman, sekolah dengan program SAPA (Sekolah Aman Pangan), serta Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK), ini harus menjadi gerakan bersama,” ujarnya.

Baca Juga:   Hadiri Pesta Rakyat Kec. Malunda, Bupati Majene Serahkan 1 Unit Mobil Damkar

Andi Rita menambahkan bahwa Pemkab Majene menargetkan capaian optimal dalam penilaian program keamanan pangan nasional.

“Kita ingin Majene mendapatkan penilaian yang baik, karena advokasi sudah berjalan, tapi yang terpenting adalah masyarakat merasakan manfaatnya. Edukasi menjadi kunci, karena masyarakat adalah pengontrol utama dalam keamanan pangan,” tegasnya.

Baca Juga:   SMKN 7 Majene Gelar Kegiatan Pendidikan Karakter dan Penerimaan Tamu Ambalan Tahun 2025

Forum ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, diikuti sesi diskusi dan penajaman strategi implementasi di lapangan.

Secara nasional, penguatan keamanan pangan menjadi agenda prioritas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menurunkan angka stunting. Melalui forum ini, Pemkab Majene menegaskan sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan masyarakat sebagai kunci keberhasilan program keamanan pangan yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan