Majene,– Sebanyak 913 tenaga kesehatan dan teknis di Kabupaten Majene resmi dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada upacara yang berlangsung di Aula Assamalewuang, Majene. Pelantikan ini menjadi langkah besar dalam memperkuat kualitas pelayanan publik di wilayah tersebut, khususnya di sektor kesehatan dan layanan teknis yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele, secara langsung memimpin pengambilan sumpah dan pelantikan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangganya atas komitmen para tenaga honorer yang kini resmi menjadi bagian dari struktur pemerintahan. “Hari ini adalah bukti bahwa pengabdian tidak pernah sia-sia. Pemerintah hadir untuk memberikan pengakuan dan kepastian bagi para tenaga kerja yang telah berjuang bertahun-tahun,” ujar Bupati. Selasa, 1/7/2025
Dari 913 pegawai yang dilantik, sebagian besar berasal dari sektor kesehatan, termasuk perawat, bidan, tenaga gizi, dan analis laboratorium. Sisanya berasal dari tenaga teknis, seperti analis kebijakan, perencana, hingga teknisi infrastruktur. Seluruhnya telah melalui proses seleksi yang ketat sesuai ketentuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Pelantikan ini juga menjadi momentum penting dalam upaya reformasi birokrasi di daerah. Dengan status PPPK, para pegawai diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih profesional, akuntabel, dan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan. Pemkab Majene menargetkan peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di puskesmas dan unit layanan teknis yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Majene, Drs. Irham Hasan, menyebutkan bahwa setelah pelantikan, para pegawai PPPK akan mengikuti orientasi serta penempatan kerja sesuai formasi yang dibutuhkan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan semangat pelayanan sebagai abdi negara. “Status baru berarti tanggung jawab baru. Kami ingin mereka tetap rendah hati dan fokus pada peningkatan kualitas layanan,” tegas Irham.
Antusiasme juga tampak dari para peserta yang dilantik. Banyak di antara mereka telah mengabdi selama lebih dari satu dekade sebagai tenaga honorer tanpa status tetap. Dengan diangkatnya mereka sebagai PPPK, kini mereka memperoleh hak dan perlindungan yang setara dengan ASN lainnya, termasuk tunjangan dan jaminan sosial. Ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan motivasi kerja.
Pelantikan massal ini menjadi tonggak baru bagi Kabupaten Majene dalam menciptakan pemerintahan yang lebih responsif dan berpihak pada masyarakat. Diharapkan ke depan, kolaborasi antara tenaga PPPK dan struktur pemerintahan daerah akan mendorong pelayanan publik yang lebih berkualitas, merata, dan berkelanjutan.



