Litaqmandar.com MAJENE – Usai penandatanganan kerja sama dengan SPPG, Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Rita Mariani, M.Pd langsung melanjutkan agenda pertemuan sosialisasi bersama jajaran terkait untuk membahas langkah strategis pendaftaran 1.034 Relawan Gizi dari 22 Dapur Gizi di wilayah Kabupaten Majene ke dalam segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara BPJS Kesehatan Cabang Polewali dan Pemerintah Kabupaten Majene dalam memperluas cakupan perlindungan kesehatan bagi para relawan. Majene, 26/2/2026
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa para relawan gizi memiliki peran vital dalam memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan lansia. Oleh karena itu, pemerintah daerah memandang penting memberikan jaminan perlindungan kesehatan yang memadai bagi mereka.
“Relawan gizi adalah garda terdepan dalam mendukung program peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Sudah sepatutnya mereka juga mendapatkan hak yang sama atas perlindungan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional,” ujar Dr. Hj. Andi Rita Mariani.
Melalui skema Pekerja Penerima Upah (PPU), para relawan nantinya akan terdaftar sebagai peserta aktif dalam Program JKN, sehingga memiliki akses terhadap layanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kepastian perlindungan saat menjalankan tugas pelayanan di lapangan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Polewali dalam kesempatan tersebut menyampaikan komitmen penuh untuk mendukung proses pendaftaran secara administratif maupun teknis. Pihaknya siap melakukan pendampingan agar seluruh relawan dapat terdaftar dengan tertib dan tepat waktu.
Sebanyak 22 Dapur Gizi yang tersebar di wilayah Majene menjadi fokus dalam tahap awal implementasi kebijakan ini. Data relawan yang berjumlah 1.034 orang akan diverifikasi dan disinkronkan agar tidak terjadi kendala dalam proses registrasi kepesertaan.
Pemerintah Kabupaten Majene menilai, kolaborasi ini bukan sekadar bentuk kerja sama administratif, melainkan bagian dari strategi pembangunan kesehatan yang berkelanjutan. Upaya ini sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung Universal Health Coverage (UHC) di daerah.
Dengan terdaftarnya para relawan dalam segmen PPU, diharapkan keberlanjutan program pemenuhan gizi masyarakat semakin terjamin. Relawan dapat menjalankan tugasnya dengan tenang karena telah memiliki perlindungan jaminan kesehatan yang jelas.
Langkah strategis ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Majene bersama BPJS Kesehatan dalam memastikan bahwa setiap pihak yang berkontribusi bagi kesehatan masyarakat juga memperoleh hak perlindungan yang layak melalui Program JKN.



