Berita  

Pemuda Tutar, Rudi, Angkat Bicara Soal Pernyataan Abu Bakar dari TRC BPBD Polman

Foto Rudi menyebut pernyataan tersebut tidak pantas dan sangat menyakitkan bagi warga Tutar yang sedang dilanda bencana. Kamis, 18/9/2025

Polewali Mandar,– Seorang pemuda asal Kecamatan Tutar, Rudi, angkat bicara menanggapi pernyataan Abu Bakar dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Polewali Mandar, yang sebelumnya menyebut bahwa aksi seorang ibu nekat menerobos sungai demi susu bayinya seolah-olah hanya untuk membuat konten. Rudi menyebut pernyataan tersebut tidak pantas dan sangat menyakitkan bagi warga Tutar yang sedang dilanda bencana. Kamis, 18/9/2025

Menurut Rudi, ibu yang menerobos derasnya arus sungai bukan sedang mencari sensasi, melainkan dilandasi rasa tanggung jawab sebagai seorang ibu yang ingin memastikan kebutuhan bayinya tetap terpenuhi di tengah bencana banjir yang memutus akses dan logistik. “Apa yang dilakukan ibu itu adalah bentuk kepedulian dan keberanian luar biasa, bukan konten. Kami kecewa pernyataan seperti itu keluar dari seorang anggota TRC,” tegas Rudi.

Baca Juga:   Ketua DPD PPNI Majene Mengucapkan Selamat Dan Harapan Atas Gelar Doktor Bupati H. Andi A. Syukri Tammalele

Ia menilai, sebagai perwakilan dari lembaga kebencanaan, seharusnya Abu Bakar memberikan edukasi serta himbauan keselamatan kepada masyarakat, bukan malah memperkeruh situasi dengan pernyataan yang tidak berdasar dan menyulut emosi masyarakat. “Dalam kondisi darurat seperti ini, kami butuh empati dan bantuan nyata, bukan komentar yang menyakitkan,” tambahnya.

Rudi juga menyampaikan bahwa pernyataan Abu Bakar justru bisa memancing amarah masyarakat Kecamatan Tutar yang merasa tidak dihargai perjuangannya menghadapi bencana. Ia berharap BPBD lebih fokus pada penanganan banjir dan pemulihan daerah yang terdampak, bukan membuat asumsi sepihak tanpa memahami kondisi di lapangan.

Baca Juga:   Kajari Majene Janji Tuntaskan Kasus Korupsi Pengadaan Kapal DKP

Sebagai bentuk itikad baik, Rudi selaku perwakilan pemuda Tutar mendesak Abu Bakar untuk segera datang langsung ke wilayah terdampak mulai dari Desa Piriang Tapiko hingga ke Desa Besoangin, untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan kerusakan akibat banjir. “Kalau beliau memang peduli, datanglah ke sini, lihat sendiri keadaan kami yang sebenarnya,” ucap Rudi.

Baca Juga:   Menyambut Bulan Suci Ramadhan Pemerintah Kabupaten Majene Menggelar Rapat Lintas Sektoral

Ia juga meminta agar Abu Bakar secara terbuka meminta maaf kepada warga Kecamatan Tutar atas pernyataannya yang dinilai tidak sesuai fakta dan menyudutkan warga yang sedang berjuang di tengah musibah. Menurutnya, permintaan maaf tersebut penting demi menjaga hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat, serta meredam gejolak di tengah situasi yang sudah sulit.

“Kami pemuda Tutar bukan mencari ribut, tapi kami ingin keadilan dan penghormatan terhadap perjuangan warga kami. Jangan sampai rakyat kecil yang sudah susah malah disudutkan oleh mereka yang seharusnya melindungi,” pungkas Rudi.

Tinggalkan Balasan