Litaqmandar.com Majene,– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) Majene sebagai langkah strategis untuk mengakselerasi pembangunan daerah berbasis riset dan inovasi. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Wakil Bupati Majene, Andi Ritamariani, di Aula Kantor Bappeda Majene, Kamis (25/6/2026).
Kolaborasi ini melibatkan lima organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Bappeda, Badan Riset dan Inovasi Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian. Penandatanganan PKS dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) dan diseminasi hasil Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Terbuka yang didanai oleh LPDP Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur UT Majene, Devi Ayuni, jajaran akademisi dan dosen pengampu program PKM, para kepala OPD, serta seluruh camat se-Kabupaten Majene. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Direktur UT Majene, Devi Ayuni, mengatakan program Pengabdian kepada Masyarakat merupakan salah satu pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, sebagai perguruan tinggi yang menerapkan sistem pendidikan jarak jauh, UT memiliki tanggung jawab menghadirkan akses ilmu pengetahuan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkendala faktor geografis.
“FGD dan diseminasi ini adalah ruang kolaboratif untuk merespons tantangan nyata di lapangan. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi juga dari dampak berkelanjutan yang dirasakan masyarakat. Karena itu, validasi kebutuhan lapangan dan akuntabilitas program menjadi hal yang sangat penting,” ujar Devi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada LPDP atas dukungan pendanaan yang diberikan untuk mendorong inovasi riset dan pengabdian di Sulawesi Barat.
Sementara itu, Wakil Bupati Majene, Andi Ritamariani, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai hasil riset dan kajian akademik dari perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, khususnya menjelang penyusunan Rencana Kerja (Renja) Kabupaten Majene Tahun 2027.
Andi Ritamariani meminta seluruh pimpinan OPD agar mencermati setiap rekomendasi yang dihasilkan dalam FGD dan menyelaraskannya dengan program kerja di masing-masing perangkat daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia akademik harus mampu menghasilkan kebijakan yang mendukung terwujudnya visi Majene Maju, Mandiri, dan Berbudaya dalam bingkai Religius.
Melalui kerja sama ini, Pemkab Majene berharap hasil riset dan inovasi yang lahir dari perguruan tinggi tidak berhenti pada tataran akademis, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Evaluasi dan sinkronisasi hasil penelitian akan terus dikawal hingga tahap finalisasi perencanaan strategis daerah, sehingga setiap program pembangunan memiliki dasar ilmiah yang kuat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Kabupaten Majene.



