Pelatihan Menulis Lontar di Majene: Upaya Pelestarian Budaya dan Literasi Lokal

Foto Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah pegiat literasi dan pemuda yang memiliki minat mendalam terhadap seni tulis tradisional. Para peserta diberikan materi yang mengupas sejarah lontar serta teknik dasar menulis pada media tersebut, sehingga mereka tidak hanya mengenal teori, tetapi juga praktik yang benar dalam menulis lontar. Senin, 15/9/2015

Majene,-Aula B’NUSABILA di Lembang, Kabupaten Majene, menjadi saksi berlangsungnya kegiatan Pelatihan Menulis Lontar. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan warisan literasi lokal, dengan fokus khusus pada menjaga eksistensi aksara dan tradisi penulisan di media lontar—sebuah simbol penting kearifan lokal masyarakat Mandar.

Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah pegiat literasi dan pemuda yang memiliki minat mendalam terhadap seni tulis tradisional. Para peserta diberikan materi yang mengupas sejarah lontar serta teknik dasar menulis pada media tersebut, sehingga mereka tidak hanya mengenal teori, tetapi juga praktik yang benar dalam menulis lontar. Senin, 15/9/2015

Baca Juga:   Perkuat Kinerja ASN, Pemkab Majene Melantik Pejabat Administrator dan Pengawas

Acara ini menghadirkan tiga narasumber berkompeten, yakni Opy Muis Mandra, seorang budayawan Mandar yang sangat memahami budaya lokal, Mohammad Fahmy, S.E., MM, penulis sekaligus staf Museum Mandar yang berpengalaman dalam pengelolaan arsip dan literasi budaya, serta Arman, S.Pd, seorang pegiat literasi yang aktif membina generasi muda dalam bidang tulis-menulis.

Baca Juga:   Wabup Majene Andi Rita Mariani Raih Indonesia Visionary Leader Awards 2026 di Jakarta

Melalui pelatihan ini, diharapkan para generasi muda dapat lebih mengenal secara mendalam warisan budaya yang mereka miliki, sekaligus menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab untuk ikut serta melestarikannya. Kegiatan ini bukan sekadar edukasi, tetapi juga menjadi ruang apresiasi bagi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi tulis menulis lontar.

Antusiasme peserta terlihat dari semangat belajar dan kolaborasi yang terbangun sepanjang pelatihan berlangsung. Diskusi dan praktik menulis lontar berjalan interaktif, menandakan bahwa keinginan untuk menjaga dan mengembangkan budaya lokal masih sangat kuat di tengah masyarakat Majene.

Baca Juga:   Bupati Majene, Dr. H. Andi Achmad Syukri, S.E., M.M., menghadiri pelaksanaan salat Idul Adha 1446 H di Lapangan Pamboang

Kegiatan Pelatihan Menulis Lontar ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian warisan budaya dapat dilakukan melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif yang melibatkan generasi muda secara langsung. Inisiatif seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menyebar ke berbagai daerah, guna memastikan tradisi berharga ini tetap hidup dan berkembang.

Tinggalkan Balasan