Kurikulum Merdeka Dorong Penguatan Numerasi, Guru SDN 22 Palipi Soreang Petakan 8 Materi Matematika Kelas V

Litaqmandar.com Majene — Penerapan Kurikulum Merdeka di jenjang Sekolah Dasar (SD) mendorong guru untuk lebih kreatif dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penguatan kemampuan numerasi melalui pembelajaran Matematika yang tidak hanya menekankan hafalan rumus, tetapi juga pemahaman konsep dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya tersebut dilakukan Ibrahim, S.Pd., Gr., guru kelas V SDN 22 Palipi Soreang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Ia memetakan materi Matematika kelas V secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami konsep secara bertahap sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan analitis.

Kepada tim media Litaqmandar, Kamis Ibrahim menjelaskan bahwa struktur pembelajaran Matematika kelas V dalam Kurikulum Merdeka mencakup sejumlah kompetensi penting. Menurutnya, pemetaan materi menjadi salah satu strategi guru agar proses pembelajaran lebih terarah dan dapat menyesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa. Kamis, 24/9/2026

Baca Juga:   Semangat Kepemimpinan Visioner Manurung Hidup Kembali di Tanah Pamboang

“Mata pelajaran Matematika untuk kelas V Sekolah Dasar berdasarkan Kurikulum Merdeka mencakup berbagai bab utama yang berfokus pada penguatan bilangan hingga pengukuran dan geometri,” ujar Ibrahim. Ia menilai pemahaman konsep sejak sekolah dasar menjadi fondasi penting bagi siswa dalam menghadapi materi yang lebih kompleks pada jenjang pendidikan berikutnya.

Ibrahim menyebut terdapat delapan materi utama yang menjadi fokus pembelajaran Matematika kelas V. Materi tersebut meliputi bilangan cacah sampai 100.000, KPK dan FPB, bilangan pecahan, bilangan desimal, keliling dan luas bangun datar, pengukuran dan volume, rasio-denah-koordinat, serta penyajian data.

Baca Juga:   Dua Pelajar di Majene Sabet Juara di Lomba Desain Poster Digital

Pada materi bilangan cacah, siswa diarahkan untuk mampu membaca, menulis, membandingkan, dan mengurutkan bilangan hingga 100.000, termasuk memahami nilai tempat. Sementara materi KPK dan FPB diarahkan untuk melatih kemampuan penalaran melalui pemahaman kelipatan dan faktor bilangan.

Selanjutnya, materi pecahan mencakup operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, termasuk pecahan campuran serta pecahan dengan penyebut berbeda. Materi bilangan desimal juga diberikan untuk membangun kemampuan siswa dalam membaca, menulis, memahami nilai tempat, serta menyelesaikan operasi hitung bilangan desimal.

Pada aspek geometri dan pengukuran, siswa mempelajari keliling dan luas berbagai bangun datar, seperti segitiga dan segi banyak, serta memahami satuan pengukuran dan volume bangun ruang. Adapun materi rasio, denah, dan koordinat diarahkan untuk mengenalkan konsep perbandingan sekaligus kemampuan menentukan posisi suatu objek pada denah maupun bidang koordinat.

Baca Juga:   Kelas Setingkat SMA Segera Dibuka di Pulau Balabalakang

Sementara itu, melalui materi penyajian data, siswa dilatih mengumpulkan, membaca, memahami, dan menyajikan informasi dalam bentuk tabel maupun diagram. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat membangun kemampuan siswa dalam mengolah informasi dan menarik kesimpulan berdasarkan data yang tersedia.

Dengan pemetaan materi yang terstruktur dan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, SDN 22 Palipi Soreang berupaya menjadikan Matematika sebagai pembelajaran yang mudah dipahami sekaligus relevan dengan kehidupan peserta didik. Penguatan numerasi sejak jenjang dasar diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya terampil berhitung, tetapi juga mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menghadapi tantangan pendidikan di era modern.

Tinggalkan Balasan