Litaqmadar.com MAJENE,– Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Rita Mariani, secara resmi membuka Rapat Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) dan Kelompok Kerja (POKJA) Pengarusutamaan Gender (PUG) yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Jumat (27/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Majene dalam memperkuat komitmen terhadap perlindungan anak dan kesetaraan gender. Majene, 27/2/2026
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa KLA bukan sekadar persoalan administrasi atau upaya mengejar penghargaan semata. Menurutnya, Kabupaten Layak Anak adalah sistem pembangunan yang menjamin hak hidup, tumbuh kembang, serta perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.
Ia menyampaikan bahwa capaian Majene selama ini patut diapresiasi. Setelah meraih predikat Pratama pada 2021–2022 dan meningkat ke kategori Madya pada 2023–2025, Pemerintah Kabupaten Majene menargetkan kenaikan ke kategori Nindya pada tahun 2026.
“InsyaAllah tahun 2026 kita menargetkan naik ke kategori Nindya. Fokus kita jelas, mulai dari pemenuhan hak sipil anak, lingkungan keluarga yang aman dan mendukung, kesehatan dasar, pendidikan dan budaya, hingga perlindungan khusus anak,” tegasnya di hadapan peserta rapat.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan lima klaster utama dalam indikator KLA. Pemenuhan hak sipil anak harus dipastikan melalui kepemilikan dokumen kependudukan dan partisipasi anak dalam pembangunan. Sementara itu, dukungan lingkungan keluarga yang aman menjadi fondasi utama tumbuh kembang anak secara optimal.
Di sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Majene terus mendorong akses layanan kesehatan dasar yang merata dan berkualitas. Pada bidang pendidikan dan budaya, peningkatan mutu layanan pendidikan ramah anak serta penguatan nilai-nilai budaya lokal menjadi perhatian serius.
Tak kalah penting, perlindungan khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum, korban kekerasan, maupun anak dalam situasi darurat menjadi prioritas yang harus ditangani secara terpadu dan berkelanjutan oleh seluruh pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor. Seluruh Perangkat Daerah, kecamatan hingga desa diminta menyelaraskan kebijakan dan penganggaran yang responsif terhadap anak dan gender agar program yang dijalankan benar-benar berdampak nyata.
“Pembangunan yang adil adalah pembangunan yang memberi ruang setara bagi perempuan dan laki-laki, serta menutup kesenjangan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Majene harus menjadi rumah yang aman dan ramah bagi setiap anak,” pungkasnya.



