Teken MoU, Bupati Majene Berharap Sinergitas dengan Dirjen Kebudayaan

Gambar: Penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) antara Dirjen Kebudayaan Kemenristekdikti RI dengan Pemerintah Kabupaten Majene, di Jakarta.

“Agenda Hari ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Daerah, tentu kita berharap dengan adanya MoU ini, Upaya pelestarian situs-situs bersejarah di Tanah Mandar khususnya di majene dapat terus terlestarikan sebagai Upaya memajukan kebudayaan di wilayah Kabupaten Majene” Ungkap andi Syukri

Lebih lanjut, Bupati AST menyampaikan bahwa Selain Objek situs sejarah Kompleks makam Raja-raja, kabupaten majene juga memiliki bangunan Cagar budaya yaitu Museum Mandar Majene yang merupakan peninggalan Sejarah Eks-rumah sakit belanda (boyang tomonge’). Kami pemerintah daerah berharap kiranya dapat diakomodir Rencana Revitalisasi Museum tersebut dengan Pembiayaan Bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2024.

Baca Juga:   Pemeritah Pusat Gelar Sarasehan Kebangsaan Bahas Tantangan Ideologi dan Geopolitik Global

“Untuk menigkatkan Minat Kunjungan Masyarakat ke situs-situs sejarah seperti Museum, Pemerintah daerah kabupaten Majene telah menyodorkan Proposal Revitalisasi Museum Mandar Majene, dengan harapan di Tahun Anggaran 2024 dapat dianggarkan melalui APBN” ungkapnya

Pada  kesempatan tersebut, Bupati majene H. Andi Achmad Syukri Tammalele, SE., MM didampingi Sekertaris Dinas Pariwisata, Afiat Mulwan dan Staf Tim Bupati Untuk Percepatan Pembangunan Daerah Surahmat serta turut hadir Bupati Maros Chaidir Syam yang juga melaksanan MoU dengan Dirjen Kemenristekdikti Republik Indonesia (*)

Tinggalkan Balasan