SMKN 7 Majene Luncurkan Program Hidroponik Selada untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Foto Rudiawan, S.Pd.Gr,. M. Pd Inisiatif UPTD SMKN 7 Majene ini menjadi contoh inspiratif bagaimana pendidikan vokasi dapat berperan aktif dalam menciptakan solusi inovatif dan berkelanjutan untuk isu-isu krusial, seperti ketahanan pangan.

Majene,– Guna mendukung kesiapan pangan nasional, jurusan Agribisnis Tanaman UPTD SMKN 7 Majene meluncurkan program budidaya tanaman selada dengan sistem hidroponik berkelanjutan. Inisiatif ini merupakan wujud nyata kontribusi sekolah vokasi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya terampil, tetapi juga berinovasi untuk menjawab tantangan masa depan. Selasa, 3/9/2025

Inovasi Teknologi Tepat Guna
Kepala UPTD SMKN 7 Majene, Bapak Naharuddin, S. Pd,.ST,.M.BSN. menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan praktis. “Dengan menguasai teknik hidroponik, siswa kami akan mampu memproduksi sayuran berkualitas tinggi, seperti selada, tanpa bergantung pada lahan pertanian yang luas. Ini sangat relevan, terutama di daerah dengan keterbatasan lahan,” ujarnya.

Baca Juga:   Daftarkan Bacaleg Ke KPU, Demokrat Majene Target Posisi Ketua DPRD

Sistem hidroponik yang diterapkan di SMKN 7 Majene menggunakan metode NFT (Nutrient Film Technique). Metode ini memungkinkan sirkulasi air yang kaya nutrisi secara terus-menerus mengalir tipis di bawah akar tanaman. Keunggulan sistem ini adalah efisiensi penggunaan air hingga 90% dibandingkan metode konvensional, serta hasil panen yang lebih cepat dan seragam.

Baca Juga:   Untuk Memastikan Stabilitas Harga, Bupati Majene Sidak Pasar Sentral

Kontribusi untuk Ketahanan Pangan
Budidaya selada hidroponik ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal. Hasil panen dari kebun hidroponik SMKN 7 Majene tidak hanya digunakan untuk praktik siswa, tetapi juga dipasarkan ke lingkungan sekitar, termasuk kantin sekolah dan masyarakat umum.

“Kami berharap, melalui program ini, lulusan kami tidak hanya menjadi pekerja, melainkan juga wirausahawan muda yang bisa membuka usaha sendiri di bidang pertanian modern,” tutur Ketua Jurusan Agribisnis Tanaman, Rudiawan, S.Pd.Gr,. M. Pd
Inisiatif UPTD SMKN 7 Majene ini menjadi contoh inspiratif bagaimana pendidikan vokasi dapat berperan aktif dalam menciptakan solusi inovatif dan berkelanjutan untuk isu-isu krusial, seperti ketahanan pangan. Program ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia.

Baca Juga:   Bentuk komitmen nyata, Bupati Majene Gelar Kampanye Stunting

Tinggalkan Balasan