Majene  

Pengembangan Sistem zero waste farming untuk peternakan.

Majene,- Tim dosen dari Fakultas peternakan dan perikanan Universitas Sulawesi Barat ( Unsulbar) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk peningkatan pendapatan dan kesehatan ternak melalui pengembangan sinten zero waste Farming, usaha ternak berbasis teknologi pakan dan pengelolaan limbah.

Kegiatan berlangsung di Lingkungan Leppe Barat, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggar Timur, Kabupaten Majene, Juni-Agustus 2025 yang di hadiri oleh wakil Dekan II Fakultas Peternakan dan pertanian Unsulbar, Bapak Idham selaku lurah Lembang, serta ketua dan anggota Kelompok SIRONDOI.

Antusias warga yang tergabung dalam keanggotaan Kelompok Tani Ternak SIRONDOI cukup besar terlihat dari respon dan suara dukungan saat wakil Dekan II memberikan sambutannya yang menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi universitas dalam memperkuat penerapan ilmu dan teknologi tepat guna di masyarakat.

Baca Juga:   Tabligh Akbar UAS, Ribuan Jama'ah Padati Kab. Majene

Ketua pelaksana kegiatan, Drh. Suriansyah, M.Si, menjelaskan bahwa sistem Zero waste farming merupakan konsep peternakan terpadu yang menekankan efesiensi, kesehatan, dan keberlanjutan ” Melalui pendekatan ini limbah kotoran ternak yang selama ini di anggap masalah dapat diolah menjadi pupuk organik ” Jelasnya.

” Pupuk organik, biogas, dan pakan permentasi dapat meningkatkan kesehatan ternak, serta pendapatan tentunya akan ikut naik ” Lanjutnya.
Kegiata yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari program studi peternakan Unsulbar, mendapatkan perhatian dari kelompok Sirondoi, karena menjadi ajan praktek langsung dalam hal pengelolaan serta cara pemanfaatan.

Baca Juga:   Kukuhkan 720 Tim Pemenangan Banggae Timur, AST-RITA: Kedepankan Politik Santun

Selain itu tim juga memperkenalkan alat tepat guna yaitu : alat pengelolah limbah ternak, yang berbentuk silinder horisontal, berbahan stainless, steel dengan sistem pemutaran manual, serta alat pencetak pakan ternak yang digunakan untuk mencetak adonan pakan permentasi menjadi pelet.

Sementara itu ketua kelompok tani Sirondoi menyampaikan rasa terimakasih, dengan adanya kegiatan ini ” Terimakasih banyak atas kehadirannya di kelompok kami, ini adalah sebuah kebanggan bagi kami karen kelompok kami menjadi yang pertama diadakanya kegiatan ini, dan banyak ilmu yang tentu akan kami terpakan dalam pengelolaan peternakan di kelompok kami untuk menunjang pendapatan kami” Tuturnya.

Baca Juga:   Bupati Majene, AST Ucapkan Selamat Kepada 619 Penerima SK P3K

Anggota tim pengabdian menambahkan, Marsudi, S, Pt. M. Si, berharap ini menjadi percontohan pengembangan peternakan berkelanjutan di wilayah Sulawesi Barat, ” Dengan teknologi sederhana dan semangat kolaborasi, kami berharap sistem Zero waste farming dapat diterapkan oleh lebih banyak kelompok ternak di masa mendatang”,terangnya.

Menutup kegiatan, drh. Suriansyah, M. Si, menyampaikan ucapan terimakasih kepada universitas Sulawesi Barat melalui program DIPA Unsulbar tahun 2025, yang telah memberikan dukungan pendanaan terhadap kegiatan ini. ” Tanpa dukungan dari program hiba DIPA Unsulbar, kegiatan ini tidak akan terlaksana dengan baik “, Ungkapnya.

Penulis: ArjunEditor: Sy

Tinggalkan Balasan