Majene,- Pemerintah Kabupaten Majene menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Majene. Acara ini dihadiri oleh Bupati Majene, H. A. Achmad Syukri, SE.,MM. Wakil Bupati Majene Dr. Hj. Andi Rita Mariani, M.Pd, unsur pimpinan dan anggota DPRD Majene, unsur Forkopimda Kabupaten Majene, Sekretaris Daerah, rektor dan pimpinan perguruan tinggi negeri, staf ahli bupati dan asisten Setda Majene, kepala OPD Pemerintah Kabupaten Majene, camat se-Kabupaten Majene, kepala bagian se-Kabupaten Majene, perwakilan tokoh masyarakat, LSM, media, akademisi, tokoh wanita, serta para undangan yang hadir melalui Zoom Meeting. Rabu (5/3/2025)
Bupati Majene dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda pertama setelah pelantikan dirinya bersama Wakil Bupati pada 20 Februari 2025. Forum ini bertujuan untuk menjaring aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan RKPD, sehingga dapat menjawab permasalahan daerah seperti kemiskinan, stunting, infrastruktur, aksesibilitas pendidikan, dan kesehatan.
“Kegiatan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD ini bertujuan agar perencanaan yang dibuat benar-benar dapat menjaring aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan, sehingga dapat menjawab permasalahan-permasalahan daerah seperti kemiskinan, stunting, infrastruktur, aksesibilitas pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Selain itu, forum konsultasi publik juga bertujuan untuk memperoleh saran dan masukan terhadap prioritas dan sasaran pembangunan daerah,” ujar Bupati Majene.
Dalam penyusunan RKPD Tahun 2026, Bupati menekankan pentingnya memperhatikan program-program prioritas pemerintah pusat dan provinsi, serta menyinergikannya dengan visi misi Kabupaten Majene, yaitu “Majene Unggul, Mandiri, dan Religius” dengan tagline “Sibaliparri'”. Ia juga mengingatkan agar perumusan program prioritas disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
“Dalam penyusunan RKPD Kabupaten Majene Tahun 2026, saya menekankan kepada tim penyusun agar memperhatikan program-program prioritas, baik itu dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi, agar nanti dapat disinergikan dengan visi misi kami, yaitu Majene Unggul, Mandiri dan Religius dengan tagline ‘Sibaliparri'”. Perumusan program prioritas harus memperhatikan kemampuan fiskal keuangan, di mana dalam 2 tahun terakhir, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan tentang Peta Kapasitas Fiskal Daerah, Kabupaten Majene masuk dalam kategori kapasitas fiskal yang rendah. Oleh karena itu, program prioritas yang disusun dapat bermanfaat untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Majene,” jelasnya.
Bupati mengajak seluruh peserta untuk memberikan masukan konstruktif bagi pembangunan daerah. Acara ini diakhiri dengan pembukaan resmi Forum Konsultasi Publik dan pencanangan dimulainya proses perencanaan tahun 2026.



