Cek Kesehatan Gratis, Doa Bersama Dan Bagi Bagi Hadiah Di Masjid Babussalam, Warga Mosso Dhua Datang Berbondong-Bondong

MAJENE, – Pelataran Masjid Babussalam, Kelurahan Mosso Dhua, Kecamatan Sendana, berubah menjadi pusat layanan masyarakat yang semarak pada Sabtu pagi (14/12/2025). Ratusan warga, mulai dari lansia hingga pemuda, tampak memadati lokasi sejak pukul 08.00 WITA, satu jam sebelum acara resmi dibuka.

Mereka antusias menghadiri perhelatan akbar bertajuk “Cek Kesehatan Gratis dan Edukasi Pola Hidup Sehat”. Kegiatan ini merupakan inisiasi nyata dari Program Dai Transformatif, sebuah gerakan dakwah yang tidak hanya berbicara di mimbar, namun turun tangan menyelesaikan persoalan umat melalui kolaborasi antara Cordofa (Corps Dai Dompet Dhuafa)  ID Humanity dan Dompet Dhuafa.
Sinergi Dakwah dan Medis: Merawat Raga Umat

Tepat pukul 09.00 WITA, layanan kesehatan dibuka. Tidak tanggung-tanggung, kegiatan ini menghadirkan tenaga medis profesional yang kompeten di bidangnya. dr. H. Muh. Amjad, M.Kes, seorang Dokter Umum dari RSUD Majene yang juga aktif sebagai dosen di Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR), hadir langsung untuk melayani warga.

Didampingi oleh tiga orang bidan dari Puskesmas Kecamatan Sendana, tim medis bekerja cekatan melayani pemeriksaan vital. Warga mendapatkan fasilitas cek gula darah, kolesterol, asam urat, hingga pemeriksaan kadar Hemoglobin (HB) secara cuma-cuma.
Di sela-sela pemeriksaan, dr. H. Muh. Amjad memberikan edukasi personal kepada setiap pasien. Ia menekankan bahwa kesehatan adalah aset terbesar yang sering terlupakan.

Baca Juga:   Puskesmas Banggae II Laksanakan Bimtek Sistem Aplikasi RME

“Kesehatan bukan segalanya, tapi tanpa kesehatan hidup tak akan berarti” ujar dr. Amjad di hadapan para peserta.
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas medis, suasana tiba-tiba berubah menjadi hening dan khidmat. Sang inisiator kegiatan, Nur Iman Saal, S.H., C.Dai, mengambil alih komando acara untuk mengajak warga menyentuh sisi spiritualitas mereka.

Nur Iman Saal mengajak ratusan warga yang hadir untuk menundukkan kepala, melangitkan doa bagi saudara-saudara sebangsa di wilayah Sumatra dan Aceh yang saat ini tengah diuji oleh musibah bencana alam.

“Kita di sini diberikan nikmat sehat dan aman. Maka, tidak ada kiriman terbaik yang bisa kita berikan selain doa tulus. Semoga Allah memberikan ketabahan, keselamatan, dan kekuatan bagi saudara kita di sana,” tutur Dai Cordofa tersebut dengan suara bergetar, yang diamini serentak oleh seluruh jamaah. Momen ini menjadi bukti bahwa kegiatan Dai Transformatif juga membangun solidaritas sosial dan ukhuwah islamiyah.

Baca Juga:   Korban Lakalantas Dilampu Merah Majene di Larikan ke Puskesmas Lembang

Salah satu hal yang paling menarik perhatian dalam kegiatan ini adalah manajemen massa yang diterapkan oleh panitia. Ketua Panitia Pelaksana, Irgi, menerapkan sistem antrian berbasis “Kupon Ganda”. Setiap warga yang datang registrasi diberikan satu kupon. Potongan pertama kupon berfungsi sebagai nomor urut panggilan dokter agar tidak terjadi penumpukan, sementara potongan kedua dimasukkan ke dalam kotak undian doorprize.

Strategi ini terbukti ampuh. Warga berbondong bondong datang ke mesjid dan menunggu dengan sabar dan tertib hingga acara selesai pukul 12.00 WITA. Ketegangan saat menunggu hasil lab seketika berubah menjadi gelak tawa dan sorak sorai saat sesi pengundian hadiah dimulai. Berbagai bingkisan menarik dibagikan kepada warga yang beruntung, menutup acara dengan wajah-wajah sumringah.

“Kami ingin warga pulang dengan paket lengkap: badannya sehat karena diperiksa dokter, hatinya tenang karena sudah berdoa bersama, dan perasaannya bahagia karena dapat hadiah,” ungkap Nur Iman Saal menjelaskan filosofi acaranya.

Baca Juga:   PKM Malunda Diapresiasi Kades Mekkatta Atas Pelayanan Yang Maksimal

Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Dalam penutupnya, Nur Iman Saal menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendukung kegiatan.

“Kegiatan sebesar ini tidak mungkin terlaksana sendirian. Kami mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada lembaga Cordofa, ID Humanity dan Dompet Dhuafa yang terus berkomitmen memberdayakan umat melalui program-program yang solutif,” ucapnya.

Tak lupa, ia juga memberikan penghargaan khusus kepada unsur pemerintah daerah. “Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Majene melalui tenaga kesehatan dari Puskesmas Sendana dan RSUD Majene.

Kehadiran tenaga medis pemerintah di tengah kegiatan dakwah seperti ini adalah bukti nyata sinergitas yang kuat dalam membangun masyarakat yang sehat jasmani dan rohani,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi role model bagi kegiatan dakwah lainnya, di mana mimbar agama bersatu padu dengan layanan sosial dan kesehatan demi kemaslahatan umat yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan