Litaqmandar.com Majene, – Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, tidak hanya dikenal dengan keindahan wisata pantainya, tetapi juga menyimpan potensi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Permandian Alam Air Panas Limboro atau yang lebih dikenal masyarakat setempat dengan sebutan Uwai Makula, yang terletak di Desa Limboro Rambu-Rambu, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene.
Objek wisata alam ini memiliki keunikan tersendiri karena menawarkan sumber air panas alami yang muncul dari dalam tanah. Di kawasan tersebut terdapat tiga kolam dengan ukuran berbeda, yakni kolam besar, sedang, dan kecil. Ketiganya memiliki gelembung air dengan tingkat suhu panas yang berbeda-beda sehingga pengunjung dapat memilih kolam sesuai kenyamanan masing-masing. Kolam berukuran paling kecil memiliki suhu paling panas, sementara kolam terbesar menawarkan suhu yang relatif lebih hangat.
Permandian Air Panas Limboro memiliki luas sekitar 100 meter persegi dan berjarak kurang lebih 46 kilometer dari pusat Kota Majene. Letaknya yang berada di kawasan pegunungan Kemiri dan perkebunan kakao memberikan suasana tersendiri bagi para pengunjung. Sambil menikmati sensasi berendam di air panas alami, wisatawan juga dapat merasakan kesejukan udara pegunungan serta menyaksikan panorama alam yang masih asri dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Bagi masyarakat setempat, air panas Uwai Makula dipercaya memiliki khasiat untuk membantu mengatasi berbagai penyakit kulit. Kepercayaan tersebut menjadi salah satu daya tarik yang membuat masyarakat tertarik berkunjung. Meski demikian, khasiat pengobatan air panas tersebut masih memerlukan pembuktian secara medis. Potensi wisata alam ini dinilai cukup menjanjikan apabila dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Majene.
Kepala Desa Limboro Rambu-Rambu, Saharuddin, saat ditemui Kamis (5/11/2026), menjelaskan bahwa objek wisata permandian air panas tersebut selama ini cukup ramai dikunjungi wisatawan lokal, khususnya pada hari-hari libur. Mereka sengaja datang untuk menikmati sensasi berendam di air panas alami sekaligus bersantai bersama keluarga dengan menikmati suasana alam pegunungan yang masih terjaga keasriannya.
Menurut Saharuddin, Pemerintah Desa Limboro Rambu-Rambu terus berupaya menjaga dan melakukan pembenahan terhadap kawasan wisata tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengalokasikan Dana Desa (DD) setiap tahun anggaran untuk mendukung pemeliharaan dan pengembangan fasilitas wisata. Tidak hanya kawasan kolam air panas, pemerintah desa juga secara bertahap melakukan perbaikan akses jalan, mulai dari batas wilayah Desa Tallubanua Utara hingga menuju lokasi permandian air panas. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dan pengunjung semakin mudah menjangkau destinasi wisata tersebut.
Ia menambahkan, kondisi akses jalan menuju lokasi saat ini masih menjadi salah satu kendala. Untuk sementara, kendaraan roda empat yang dapat melintas menuju kawasan permandian tersebut adalah jenis kendaraan tertentu seperti mobil Hartop, sedangkan kendaraan roda dua masih dapat digunakan untuk mencapai lokasi. Karena itu, peningkatan kualitas jalan dan penyediaan fasilitas pendukung dinilai sangat penting agar kawasan wisata tersebut dapat berkembang dan menarik lebih banyak pengunjung.
Saharuddin berharap Pemerintah Kabupaten Majene melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dapat memberikan perhatian serta dukungan terhadap pengembangan objek wisata Uwai Makula, khususnya dalam pembenahan sarana dan prasarana penunjang seperti toilet umum, kamar mandi, serta fasilitas kenyamanan bagi pengunjung. Menurutnya, apabila akses jalan dan fasilitas wisata dapat dibenahi secara bertahap, bukan tidak mungkin Permandian Air Panas Limboro akan menjadi salah satu destinasi unggulan wisata alam di Kecamatan Sendana yang mampu menarik wisatawan lokal maupun dari luar daerah.


