Budaya  

Dorong Ekowisata Pesisir, Pusat Studi Unsulbar Gelar Aksi Bersih Pantai dan Edukasi Pengelolaan Sampah di Palipi Soreang

Litaqmandar.com Majene – Pusat Studi Perencanaan Lingkungan dan Pariwisata Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Palipi Soreang, Kabupaten Majene. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Peningkatan Kesadaran Masyarakat dan Pelatihan Pengelolaan Lingkungan Pesisir dan Kebersihan Destinasi Wisata dalam Mewujudkan Perencanaan Ekowisata di Desa Palipi Soreang.” Minggu, 1/11/2026

Kegiatan yang dipimpin oleh Nur Adylia selaku ketua pelaksana pengabdian kepada masyarakat ini dipusatkan di kawasan pesisir Pantai Dusun Labu-Labuang, Desa Palipi Soreang. Sejumlah kegiatan dilakukan, mulai dari aksi bersih-bersih pantai hingga pelatihan memilah sampah berdasarkan jenis dan potensi pemanfaatannya.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian bersama masyarakat melakukan pembersihan kawasan pesisir sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Masyarakat diajak membedakan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan kembali dengan sampah yang harus dibuang sesuai jenis dan tempat pengelolaannya.

Baca Juga:   Pesona Pantai Dato Majene, Surga Wisata Bahari yang Tak Pernah Kehilangan Daya Tarik

Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa kebersihan lingkungan merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan destinasi wisata yang nyaman, sehat, dan berkelanjutan. Pengelolaan sampah yang baik diharapkan dapat menjadi kebiasaan masyarakat, khususnya dalam menjaga kawasan pesisir yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Palipi Soreang, Wardin Wahid, kepala dusun, para ketua RT, serta masyarakat Desa Palipi Soreang. Kehadiran pemerintah desa dan masyarakat menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pengembangan potensi wisata desa melalui pendekatan edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga:   Aliansi Mahasiswa UNSULBAR: PKKMB Jadi Panggung Tuntutan Perubahan

Kepala Desa Palipi Soreang, Wardin Wahid, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pusat Studi Perencanaan Lingkungan dan Pariwisata Universitas Sulawesi Barat yang telah hadir dan menjadikan Desa Palipi Soreang sebagai salah satu lokasi kegiatan pengabdian sekaligus perencanaan pengembangan destinasi wisata. Menurutnya, pengembangan kawasan wisata pesisir merupakan harapan masyarakat yang telah lama direncanakan, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak agar dapat terwujud.

Ia juga berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada aksi bersih-bersih dan edukasi semata, tetapi dapat terus berlanjut melalui kerja sama dan sinergi antara pihak universitas, pemerintah desa, serta masyarakat. Dengan demikian, potensi wisata yang ada di Desa Palipi Soreang dapat dikembangkan secara bertahap dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Baca Juga:   Komisi III DPRD Majene Gelar RDP Bersama Dinas Kominfo dan Dinas Perpustakaan

Lebih lanjut, Wardin Wahid berharap terwujudnya destinasi wisata desa nantinya dapat menggerakkan perekonomian masyarakat, termasuk memberikan ruang bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk berkembang. Dengan pengelolaan wisata yang baik, masyarakat diharapkan memperoleh peluang usaha, menambah penghasilan, serta membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal mewujudkan ekowisata Desa Palipi Soreang yang bersih, berdaya saing, dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan