Budaya  

Bupati Majene Dorong Wisata Mangrove Dato Jadi Destinasi Unggulan Baru Sulawesi Barat

Litaqmandar.com Majene,– Bupati Majene, H. Andi Achmad Syukri Tammalele, SE., MM, terus mendorong pengembangan potensi wisata di Kabupaten Majene. Salah satu yang menjadi fokus adalah pengembangan Wisata Mangrove di Pesisir Pantai Dato, Kecamatan Banggae Timur, Selasa (27/10/2026).

Bupati Majene mengatakan, Hutan Mangrove Dato memiliki potensi luar biasa. Selain sebagai benteng alami mencegah abrasi dan tempat hidup kepiting dan ikan, juga bisa menjadi wisata edukasi dan wisata keluarga yang indah.

Baca Juga:   Karang Taruna Pimmesangang Kelurahan Sirindu bersama Mahasiswa KKN Unhas Gelar Forum Diskusi sejarah mandar dengan Tema Massulekka: Mengungkap Sejarah Mandar Melalui Lensa Budaya dan Agama

“Mangrove Dato ini sangat cantik. Kalau kita kelola dengan baik, kita buat jembatan tracking kayu (boardwalk), kita buat gazebo, spot foto, dan spot sunset, ini akan jadi magnet baru. Orang dari Mamuju, Polewali, bahkan Makassar akan datang ke sini,” ujar Bupati Majene.

Baca Juga:   Gelar Seminar Nasionalisme, DPD KNPI Majene Ajak Perkuat Persatuan Dan Kesatuan Di Majene

Bupati menekankan, pengembangan wisata mangrove ini harus berbasis masyarakat. Saat ini, alokasi anggaran untuk pengembangan wisata ini sedang diperjuangkan dengan biaya sekitar Rp40 milyar lebih.

“Saya tidak mau wisata ini dikelola oleh orang luar saja. Harus warga sendiri yang dilibatkan dalam hal pengelolaan. Kita bentuk Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), kita latih. Nanti warga bisa jualan kuliner, jualan ikan bakar, sewa perahu, jadi guide. Ekonominya berputar di warga,” tegasnya.

Baca Juga:   Majene Street Dance Inovasi Pertunjukan Seni Budaya Di Ruang Publik Akhir Tahun 2026

AST menambahkan, Wisata Mangrove Dato akan diintegrasikan dengan Wisata Pantai Dato yang sudah terkenal.***”

Tinggalkan Balasan