Kepala SDN 19 Luaor Hj. Hapsah Optimistis Pimpin Sekolah, Kedisiplinan Siswa Jadi Fokus Utama

Litaqmandar.com Majene — Proses adaptasi kepemimpinan tidak menjadi kendala berarti bagi Hj. Hapsah, S.Pd., M.M. setelah mendapat amanah sebagai Kepala SDN No 19 Luaor. Sebagai putra daerah asli wilayah setempat, Hj. Hapsah optimistis dapat menjalankan tugas barunya dengan cepat sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan guru, tenaga kependidikan, siswa, dan masyarakat sekitar.

“Proses adaptasi tidak rumit karena saya memang orang asli di sini. Jadi, proses adaptasi tidak perlu panjang lebar dalam penjelasan dan perkenalan diri. Terlebih dalam dunia pendidikan, regulasi dan aturan di setiap satuan pendidikan pada dasarnya sama. Kemungkinan hanya pengenalan karakter dan kebijakan lokal saja yang perlu diperhatikan,” ujar Hj. Hapsah saat ditemui di lingkungan sekolah, Senin (21/9/2026).

Baca Juga:   Menjelang Pelaksanaan UAS, Sekolah Terpencil Di Majene Minta Perhatian Khusus

Sebelum mendapat amanah memimpin SDN No 19 Luaor, Hj. Hapsah sebelumnya bertugas sebagai Kepala SD No 8 Sirindu. Perpindahan tugas tersebut merupakan bagian dari kebijakan dan hasil analisis pimpinan dinas terkait. Selain menjadi bagian dari penyegaran kepemimpinan, mutasi tersebut juga dinilai memberikan kemudahan dari sisi mobilitas kerja karena Hj. Hapsah berdomisili di Desa Bonde.

Menurut Hj. Hapsah, mutasi kepala sekolah pada dasarnya memiliki tujuan untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan. Pergantian kepemimpinan di satuan pendidikan diharapkan mampu menghadirkan dinamika organisasi yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan, sehingga sekolah dapat terus berkembang sesuai kebutuhan peserta didik dan lingkungan pendidikan.

Baca Juga:   Kadis Mithhar: Guru P3K Diharapkan Tingkatkan Inovasi

Ia menilai, mutasi kepala sekolah bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan bagian dari strategi penyegaran kepemimpinan. Karena itu, dirinya berkomitmen melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus melakukan pembenahan pada aspek-aspek yang masih membutuhkan perhatian, terutama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung proses belajar mengajar secara optimal.

Hj. Hapsah kini melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan yang sebelumnya diemban oleh Haslina, S.Pd.SD., selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN No 19 Luaor. Kepemimpinan baru tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.

Di tengah masa awal kepemimpinannya, perhatian terhadap kedisiplinan siswa juga mulai menjadi bagian penting dalam aktivitas sekolah. Pada Senin pagi, Guru PJOK SDN No 19 Luaor, Muh. Khalid Suyuthi, S.Pd., terlihat memberikan edukasi kepada para siswa di lapangan sekolah. Dalam kegiatan olahraga tersebut, siswa diberikan penekanan mengenai pentingnya kedisiplinan, ketertiban, serta sportivitas.

Baca Juga:   Inspiratif Dua Alumni SMKN 7 Majene, Sukses di Dunia Karir dan Musik, 'Pulang Kampung' Peringati Maulid Nabi

Melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten, kedisiplinan diharapkan tidak hanya diterapkan saat kegiatan olahraga, tetapi menjadi bagian dari karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kepemimpinan baru yang memahami karakteristik wilayah serta dukungan para guru dan tenaga kependidikan, SDN No 19 Luaor optimistis terus membangun lingkungan pendidikan yang mampu melahirkan generasi cerdas, disiplin, berkarakter, dan kompetitif.

Tinggalkan Balasan