SDN 39 Cilallang Perkuat Kompetensi Guru melalui Refleksi dan Observasi Terpadu

Litaqmandar.com Majene, — SD Negeri 39 Cilallang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan kompetensi tenaga pendidik. Bertempat di lingkungan sekolah, Kepala SD Negeri 39 Cilallang, Arifuddin, S.Pd., memimpin langsung agenda refleksi pengembangan kompetensi guru yang dirangkaikan dengan observasi terpadu. Sabtu, 18/9/2026

Kegiatan tersebut melibatkan pengawas sekolah, seluruh jajaran guru, serta Tenaga Kependidikan (Tendik). Agenda ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun budaya peningkatan kualitas secara berkelanjutan, sekaligus memastikan proses pembelajaran di sekolah berjalan semakin efektif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Baca Juga:   Inspiratif Dua Alumni SMKN 7 Majene, Sukses di Dunia Karir dan Musik, 'Pulang Kampung' Peringati Maulid Nabi

Arifuddin mengatakan, refleksi dan observasi menjadi ruang penting bagi guru untuk melihat kembali praktik pembelajaran yang telah dilaksanakan. Evaluasi dilakukan dengan memanfaatkan data serta pengalaman mengajar sebagai bahan untuk mengidentifikasi berbagai capaian, kendala, dan tantangan yang masih dihadapi dalam proses belajar mengajar di kelas.

Menurutnya, peningkatan kompetensi guru tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan pelatihan, tetapi juga membutuhkan proses refleksi secara berkelanjutan. Dengan melakukan evaluasi terhadap praktik pembelajaran, guru diharapkan mampu menemukan strategi yang tepat untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi murid.

Baca Juga:   Kadispora Majene Dinilai Layak Sebagai Kadis Pendidikan Sulbar

Kehadiran pengawas sekolah dalam kegiatan tersebut turut memberikan perspektif evaluasi yang lebih objektif. Sinergi antara supervisi eksternal oleh pengawas dengan refleksi internal yang dipimpin kepala sekolah menciptakan ruang diskusi yang terbuka, transparan, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.

Dalam forum tersebut, para guru dan tenaga kependidikan juga diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta masukan. Berbagai gagasan yang muncul kemudian menjadi bahan dalam merumuskan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan berpihak pada kebutuhan serta perkembangan setiap murid.

Kepemimpinan partisipatif yang ditunjukkan Arifuddin, S.Pd., menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis bukan hanya sebagai pengelola administrasi, tetapi juga sebagai instructional leader atau pemimpin pembelajaran. Melalui pendampingan, kolaborasi, dan evaluasi bersama, kepala sekolah berupaya membangun budaya kerja yang mendorong guru untuk terus berkembang secara profesional.

Baca Juga:   Dukung Pengembangan STAIN Majene, Aris Munandar : Sebagai Perwujudan Kota Pendikan

Dengan kolaborasi antara kepala sekolah, pengawas, guru, dan tenaga kependidikan, SD Negeri 39 Cilallang optimistis dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus mendorong peningkatan prestasi siswa secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan