Litaqmandar.com Majene, – Wakil Bupati Majene, Hj. Andi Rita Mariani, secara resmi membuka kegiatan Workshop Tari dalam rangka Pentas Rutin Seni dan Budaya “Mattuqduq Maraya 2026”, yang berlangsung di Aula Sekretariat Sanggar Ko’bianda Kaka’u Manajemen, Kabupaten Majene. Jumat, 6/11/2026
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati didampingi Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Majene, Muh. Afiat Mulwan, serta Pembina Sanggar Ko’bianda Kaka’u, Hj. Andi Beda Basharoe. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene bekerja sama dengan Sanggar Ko’bianda Kaka’u Manajemen sebagai bagian dari upaya memperkuat pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah.
Workshop tari tersebut menjadi salah satu ruang edukasi dan kreativitas bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat seni tari tradisional, sekaligus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam bidang seni pertunjukan. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan kesempatan untuk mendalami berbagai unsur gerak tari serta memahami nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Kegiatan Mattuqduq Maraya 2026 juga menjadi wadah untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya leluhur. Seni tari tidak hanya dipandang sebagai sebuah pertunjukan, tetapi juga merupakan bagian dari identitas masyarakat yang mencerminkan sejarah, tradisi, nilai-nilai kehidupan, dan kearifan lokal masyarakat Mandar.
Pemerintah Kabupaten Majene terus mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat, khususnya komunitas seni, sanggar budaya, pelaku seni, dan generasi muda, dalam menjaga eksistensi kebudayaan daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar seni tradisional tetap hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan dinamika perkembangan zaman.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan dan bakat di bidang seni tari, tetapi juga mempunyai kesadaran untuk menjaga serta mewariskan kekayaan budaya daerah kepada generasi berikutnya. Dengan demikian, keberlangsungan seni budaya Mandar dapat terus terjaga di tengah arus modernisasi.
Kerja sama antara Disbudpar Kabupaten Majene dan Sanggar Ko’bianda Kaka’u Manajemen menjadi salah satu bentuk sinergi positif antara pemerintah daerah dan komunitas seni dalam mengembangkan potensi kebudayaan lokal. Sanggar seni diharapkan terus menjadi ruang pembinaan, kreativitas, dan regenerasi bagi para pelaku seni di Kabupaten Majene.
Melalui Pentas Rutin Seni dan Budaya “Mattuqduq Maraya 2026”, Pemerintah Kabupaten Majene berharap seni dan budaya Mandar semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga mampu tampil dan berkembang di tingkat yang lebih luas. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya dan menumbuhkan kebanggaan masyarakat Majene terhadap warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan.


