Berita  

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Bupati dan Wabup Majene Serukan Pertobatan Ekologis Demi Masa Depan Berkelanjutan

Litaqmandar.com Majene,– Pemerintah Kabupaten Majene menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 melalui agenda pertemuan formal yang berlangsung pada Sabtu (06/06/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele, didampingi Wakil Bupati Majene, Andi Rita Mariani Basharu, sebagai bagian dari komitmen daerah dalam mendukung kebijakan lingkungan hidup nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Majene membacakan pidato tertulis Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 mengusung tema “Act Now for Climate” atau “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, yang menekankan pentingnya aksi nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Baca Juga:   Andi Achmad Syukri Launching Core Values ASN BerAKHLAK di Dinas Kesehatan Majene

Melalui pidato tersebut disampaikan bahwa Indonesia menghasilkan sedikitnya 51 juta ton sampah setiap tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 74 persen masih belum terkelola secara optimal dan sebagian besar berakhir menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA), sehingga menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan lingkungan hidup.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Andi Achmad Syukri bersama Wakil Bupati Andi Rita mengajak seluruh elemen masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai pemangku kepentingan untuk melakukan “pertobatan ekologis”. Ajakan ini dimaknai sebagai perubahan pola pikir dan perilaku dalam memperlakukan lingkungan agar lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Baca Juga:   Pemkab Majene Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Fakultas Teknik UNSULBAR untuk Percepat Transformasi Digital

Salah satu langkah yang ditekankan adalah menyukseskan Gerakan Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Melalui gerakan ini, masyarakat didorong untuk mulai memilah sampah dari sumbernya sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan dari hulu dan tidak hanya bergantung pada penanganan di hilir.

“Pertobatan ekologis ini bukan sekadar kata-kata, tetapi sebuah panggilan jiwa untuk mengubah cara kita berinteraksi dengan alam, dimulai dari tindakan kecil memilah sampah di rumah masing-masing,” tegas Bupati Majene saat menyampaikan pesan lingkungan kepada seluruh peserta kegiatan.

Baca Juga:   Pemerintah Provinsi Sulbar Laksanakan Safari Ramadan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene

Usai pelaksanaan agenda utama, kegiatan dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon bersama yang melibatkan jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, OPD, serta komunitas peduli lingkungan. Kegiatan tersebut menjadi simbol nyata kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas ekosistem daerah.

Aksi penanaman pohon yang dilaksanakan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 ini sekaligus menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Majene terhadap target nasional penanaman 2 miliar pohon. Melalui langkah tersebut, diharapkan tumbuh budaya baru yang semakin peduli terhadap lingkungan, sehingga terwujud Kabupaten Majene yang hijau, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan